URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Samuel J.D. Wattimena, melakukan kunjungan kerja perseorangan dalam rangka reses ke-3 di Kabupaten Semarang. Bertempat di Kedai Singgumuk, Bergas, pada Senin (16/6/2025), ia bertemu dengan 35 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai sektor ekonomi kreatif.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Perkuat UMKM, Anggota DPR RI Samuel Wattimena Reses di Kabupaten Semarang: Dorong Ekonomi Kreatif sebagai Pilar Ekonomi Lokal

Perkuat UMKM, Anggota DPR RI Samuel Wattimena Reses di Kabupaten Semarang: Dorong Ekonomi Kreatif sebagai Pilar Ekonomi Lokal

Perkuat UMKM, Anggota DPR RI Samuel Wattimena Reses di Kabupaten Semarang: Dorong Ekonomi Kreatif sebagai Pilar Ekonomi Lokal

Bersama perajin, didampingi Dhimas Herdy ketua KEK Kab.Semarang (baju hitam)
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Samuel J.D. Wattimena, melakukan kunjungan kerja perseorangan dalam rangka reses yang 3 di Kabupaten Semarang. Bertempat di Kedai Singgumuk, Bergas, Kabupaten Semarang (16/6/2025), sebanyak 35 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai sektor tampak antusias mengikuti pertemuan interaktif yang membahas tantangan, harapan, dan strategi pengembangan UMKM, khususnya yang bergerak di sektor ekonomi kreatif.

Samuel Wattimena yang akrab disapa “Mas Sam” menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Ia menyampaikan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional dan memiliki potensi luar biasa dalam sektor ekonomi kreatif yang mampu mendongkrak pendapatan daerah serta membuka lapangan kerja baru.

“Kita harus memastikan bahwa pelaku UMKM, khususnya yang bergerak di sektor ekonomi kreatif, tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional,” ujar Samuel dalam diskusi tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Samuel juga menyampaikan pesan penting kepada para pelaku UMKM mengenai perkembangan teknologi, khususnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam industri kreatif. Ia mendorong para pelaku UMKM untuk tidak takut beradaptasi dengan teknologi baru, karena AI dapat menjadi alat bantu yang sangat efektif dalam mempercepat proses desain, riset pasar, hingga produksi konten.

“AI bisa sangat memudahkan dalam proses kreatif, mulai dari membuat sketsa awal, mencari inspirasi visual, hingga menyusun strategi pemasaran digital. Namun, kita tidak boleh melupakan bahwa ruh dari karya kreatif tetap berasal dari manusia. Rasa, intuisi, dan identitas budaya tidak bisa digantikan oleh mesin. Justru, AI harus menjadi alat bantu agar karya manusia bisa semakin kuat dan relevan,” ujar Samuel.

Kunjungan ke Sentra Produksi Ekonomi Kreatif Lokal

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap sektor ekonomi kreatif, Samuel melanjutkan kunjungannya ke beberapa sentra produksi di wilayah Kabupaten Semarang. Salah satunya adalah tempat produksi seni rupa milik Mas Andi, seorang perajin unik yang mengolah uang koin bekas menjadi lukisan artistik dan batik decoratif.

“Karya-karya Mas Andi ini bukan hanya unik, tapi punya nilai estetika dan ekonomi tinggi. Dengan pembinaan yang tepat dan strategi pemasaran digital, produk seperti ini bisa menembus pasar ekspor,” tambah Samuel.

Samuel (tengah) bersama perajin eceng gondok. Foto: Dokumen

Tak hanya itu, Samuel juga mengunjungi rumah produksi “Klinting” milik Slamet di Banyubiru. Kelompok usaha ini mengolah eceng gondok, tanaman yang melimpah di Danau Rawapening menjadi berbagai produk cinderamata kreatif, seperti tas, topi, miniatur candi, hingga furnitur bernilai seni tinggi.

Produk-produk ini menurut Samuel merupakan contoh konkret dari penerapan ekonomi sirkular dan berkelanjutan, di mana limbah atau tanaman liar disulap menjadi barang bernilai jual.

“Kita harus dorong sektor kreatif seperti ini, karena selain ramah lingkungan, juga memperkuat identitas budaya lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Peran Strategis Pemerintah dalam Mendorong Ekonomi Kreatif

Samuel menegaskan bahwa dirinya akan mendorong pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk lebih serius mengembangkan infrastruktur pendukung ekonomi kreatif. Termasuk di dalamnya adalah pelatihan peningkatan kualitas desain produk, akses pasar melalui digitalisasi, serta pembiayaan berbunga rendah untuk pelaku UMKM.

Ia juga mendorong sinergi antara pelaku kreatif, akademisi, dan pemerintah dalam membentuk ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan reses ini diharapkan dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih intensif antara legislator dan pelaku UMKM lokal. Dengan latar belakangnya sebagai maestro seni dan budaya, Samuel Wattimena dinilai memiliki kepedulian dan pemahaman mendalam terhadap potensi ekonomi kreatif sebagai kekuatan baru ekonomi Indonesia, terutama di daerah-daerah yang kaya akan budaya dan sumber daya lokal seperti Kabupaten Semarang. (hrs-wd)

BACA JUGA :

Pendapatan Kabupaten Semarang 2027 Diproyeksi Turun Rp399,89 Miliar, Pemkab Siapkan APBD dengan Defisit Rp20 Miliar
Pendapatan Kabupaten Semarang 2027 Diproyeksi Turun Rp399,89 Miliar, Pemkab Siapkan APBD dengan Defisit Rp20 Miliar
Pemecahan Kendi dan Guyuran Air Kembang Tandai Penyerahan Kendaraan KDKMP di Kodim Salatiga
Pemecahan Kendi dan Guyuran Air Kembang Tandai Penyerahan Kendaraan KDKMP di Kodim Salatiga
Pemerintah Kota Salatiga membuka pelatihan vokasi Make Up Artist dan barista di UPTD Balai Latihan Kerja Disperinaker, Senin (6/7/2026), untuk meningkatkan keterampilan pencari kerja sesuai kebutuhan pasar. Wali Kota Robby Hernawan mendorong peserta membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja, sementara pelatihan yang dibiayai APBD 2026 berlangsung selama 20 hari hingga 31 Juli.
Minimalisir Pengangguran, Pemkot gelar Pelatihan MUA dan Barista
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong DPRD Jawa Tengah mempercepat pembahasan dan pengesahan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal saat Rapat Paripurna di Gedung Berlian, Semarang, Kamis (2/7/2026). Regulasi tersebut disiapkan sebagai payung hukum untuk memperkuat pendataan, akses jaminan sosial, bantuan hukum, pelatihan, permodalan, dan kesejahteraan pekerja informal di Jawa Tengah.
Pekerja Informal Jateng Selangkah Lagi Miliki Payung Hukum
Pertamina Turunkan Harga BBM Non-Subsidi Mulai 1 Juli 2026
Pertamina Turunkan Harga BBM Non-Subsidi Mulai 1 Juli 2026
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Perdagangan menyiapkan Shelter Kridanggo sebagai pusat penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) kuliner melalui program SIPEKAT. Rencana tersebut disampaikan dalam kegiatan diseminasi di Aula Dinas Perdagangan Kota Salatiga sebagai upaya menyelaraskan penataan ruang kota, fungsi jalan, dan pemberdayaan ekonomi pedagang melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta sektor perbankan.
PKL Kuliner Salatiga akan Dipusatkan di Shelter Kridanggo

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

DPC PPP Kabupaten Semarang mulai menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan memperkuat konsolidasi organisasi dan menyasar generasi milenial serta pemilih pemula. Hal itu disampaikan Sekretaris DPC PPP Kabupaten Semarang Zaenudin di Ungaran, Kamis (16/7/2026), usai kepengurusan baru periode 2026–2031 menerima SK DPP. Langkah tersebut dilakukan melalui pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa serta peningkatan pendidikan politik bagi kader muda.
PPP Kabupaten Semarang Bidik Pemuda dan Pemilih Pemula Hadapi Pemilu 2029
Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Senin, 13 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 06.00 WIB menunjukkan suhu udara di Semarang mencapai 25,4 derajat Celsius dengan kelembapan 65 persen, sementara cuaca kering masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
13 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah, BMKG Minta Waspadai Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Tengah