URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pertama kalinya di Jawa Tengah, Rutan Salatiga mengadakan 'Kunjungan Ngabukber' bersama keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Rabu (20/3/204). Kepala Rutan Salatiga, Redy Agian, menjelaskan bahwa acara ini merupakan bentuk apresiasi pada WBP dan memberikan waktu buka bersama keluarga sebagai wujud penghargaan atas ketaatan dan kedisiplinan mereka dalam mengikuti program pembinaan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pertama di Jateng, Rutan Salatiga Gelar ‘Kunjungan Ngabukber’ Bersama Keluarga WBP

Pertama di Jateng, Rutan Salatiga Gelar ‘Kunjungan Ngabukber’ Bersama Keluarga WBP

Pertama di Jateng, Rutan Salatiga Gelar ‘Kunjungan Ngabukber’ Bersama Keluarga WBP

Foto dok IST
Suasana kunjungan Ngabukber atau Ngabuburit dan buka bersama di Rutan Salatiga.
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Untuk pertama kalinya di jawa tengah, Rutan Salatiga adakan ‘Kunjungan Ngabukber’ bersama keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rabu (20/3/204).

Dalam siaran persnya, Kepala Rutan Salatiga Redy Agian mengatakan kunjungan Ngabukber atau Ngabuburit dan buka bersama ini diselenggarakan sebagai wujud apresiasi pada WBP dan memberikan waktu buka bersama keluarga.

“Kunjungan Ngabukber ini merupakan terobosan baru selama Ramadan dan apresiasi karena warga binaan taat, patuh dan rajin mengikuti program pembinaan,” katanya.

Redy menjelaskan yang biasanya kunjungan dilaksanakan pagi dan siang, kali ini diberikan waktu untuk ngabuburit dan buka bersama bersama keluarga sehingga para WBP lebih semangat berpuasa dan beribadah.

“Kunjungan yang biasanya dilaksanakan pagi dan siang, kali ini selama dua hari kami berikan waktu untuk ngabuburit dan buka bersama bersama keluarga sehingga para WBP lebih semangat berpuasa dan beribadah tidak kepikiran keluarga yang dirumah karena ada waktu bersama untuk berbuka puasa,” jelasnya.

Redy menambahkan selama Ramadan, Rutan Salatiga terus memberikan pelayanan dan pembinaan secara maksimal dan terbaik bagi WBP. “Selain kegiatan pembinaan kerohanian, selama puasa ini kami juga rutin berikan pelayanan kesehatan, konsultasi hukum, hingga layanan perpustakaan untuk menambah wawasan bagi WBP,” lanjutnya.

Sementara itu, Ali salah satu WBP merasa sangat senang dan bersyukur dengan program ini.

“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa berbuka dengan keluarga, saya juga ucapkan terimakasih pada Bapak Karutan dan petugas yang sudah memberikan waktu bersama keluarga. Sehingga saya dan bisa berbuka dengan orang tua dan keluarga,” ucapnya.

Ali salah satu WBP saat diwawancara

BACA JUGA :

Polwan Polres Salatiga menggelar bakti sosial dan bakti kesehatan di Panti Asuhan Bakti Luhur, Tegalrejo, Argomulyo, Jumat (21/9/2026), untuk menyambut Hari Jadi Polwan ke-78. Kegiatan diisi penyerahan kebutuhan pokok dan pemeriksaan kesehatan bagi penghuni panti sebagai bentuk kepedulian sekaligus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.
Peduli Sesama, Polwan Polres Salatiga Gelar Baksos hingga Gendong Bayi
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.
Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan