RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Pindahkan Bensin Ke Pom Mini, Mobil Dan Rumah Jadi Terbakar

Pindahkan Bensin Ke Pom Mini, Mobil Dan Rumah Jadi Terbakar

Pindahkan Bensin Ke Pom Mini, Mobil Dan Rumah Jadi Terbakar

SEMARANG – Kebakaran terjadi di rumah milik Muhammad Noor yang berada di jalan Bukit Kelapa Kopyor 4 B I – 32 Perumahan Bukit Kencana Jaya RT 2 RW 14, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang pada Minggu (2/2/2022) sore.

Kapolsek Tembalang, Kompol R Arsadi KS menjelaskan, kejadian itu bermula ketika Noor pulang dari SPBU Meteseh setelah membeli bensin menggunakan mobil Honda Accord bernomor polisi H-8428-BG.

Setelah sampai rumah, korban kemudian memindahkan bensin dari tangki mobil yang telah ia beli sebelumnya kedalam mesin pompa Pom Bensin Mini tak jauh dari rumahmya. Namun, selang beberapa saat, muncul api yang mengakibatkan mobil dan rumahnya terbakar.

“Diduga bensin yang tertumpah terkena Sambaran api. Korban mengalami kerugian mencapai Rp. 100 juta,” ujarnya ketika dikonfirmasi Senin (3/2/2022).

Kebakaran berhasil dipadamkan pada pukul 17.45 WIB dengan menggunakan dua unit armada dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang. Selain anggota Polsek Tembalang, proses evakuasi dibantu oleh relawan Semarang bersama warga.

“Korban menerima kejadian ini dan tidak akan menuntut kepada pihak manapun,” imbuhnya.

Kabid Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang, Trijoto menghimbau kepada pemilik usaha yang berpotensi menimbulkan panas atau api untuk menyediakan keamanan yang baik dan memiliki bekal terkait evakuasi kebakaran.

Agar saat terjadi kebakaran, para pelaku usaha sudah mengerti penanganan pertama untuk mengatasi kebakaran dan bagaimana menghubungi petugas pemadaman.

“Sayangnya pengusaha pom bensin mini kebanyakan tanpa rekomendasi (untuk proteksi kebakaran). Padahal dimungkinkan bisa terjadi terbakar,” tuturnya.

“Alangkah baiknya kita juga berinvestasi alat pemadam kebakaran, agar saat terjadi sesuatu kita bisa langsung bisa melakukan penanganan partama,” tutupnya.

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran