URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro dan rombongan mengunjungi Gunarto, warga desa Ngastorejo Kecamatan Jakenan yang terdampak banjir. Gunarto dan keluarganya tinggal di rumah pohon yang dibuat untuk menghindari banjir. Setelah melihat kondisi rumah pohon dan berbincang dengan Gunarto, Pj Bupati memberikan bantuan uang tunai untuk meringankan beban. Berita ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap warga yang terdampak bencana alam.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pj Bupati Pati Berikan Bantuan ke Warga Desa Ngastorejo yang Terdampak Banjir

Pj Bupati Pati Berikan Bantuan ke Warga Desa Ngastorejo yang Terdampak Banjir

Pj Bupati Pati Berikan Bantuan ke Warga Desa Ngastorejo yang Terdampak Banjir

featured-img

Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro beserta rombongan dari Kepala Dinsos P3AKB, Camat Jakenan, Kepala Desa Ngastorejo beserta perangkatnya dan Babinsa setempat, mengunjungi Gunarto, warga desa Ngastorejo Kecamatan Jakenan yang terdampak banjir, pada Kamis (9/3). Gunarto tinggal di sebuah rumah pohon yang dibuat di depan rumahnya sendiri untuk menghindari banjir.

Dilangsir dari  diskominfo.patikab.go.id, Henggar dan rombongan sengaja datang untuk melihat kondisi rumah pohon yang ditempati Gunarto bersama istri dan kedua anaknya. Di dalam rumah pohon tersebut, terdapat kasur untuk tidur dan beberapa peralatan untuk memasak.

Setelah berbincang dengan Gunarto, Pj Bupati memberikan bantuan uang tunai untuk membantu meringankan beban Gunarto.

“Saya datang ke sini mengunjungi mas Gunarto beserta keluarganya dan mencoba memberikan bantuan operasional untuk sedikit meringankan bebannya. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat”, ujar Pj Bupati.

Gunarto memilih untuk tidak mengungsi saat banjir melanda, meskipun genangan banjir di dalam rumahnya mencapai 50 sentimeter lebih. Ia membuat gubuk sederhana di depan rumahnya dengan ukuran sekitar 3×3 meter dan ketinggian sekitar 3 meter yang terbuat dari bambu.

Gunarto mengatakan bahwa banjir di desanya sudah terjadi tiga kali selama akhir tahun sampai sekarang, dan banjir terbesar terjadi pada bulan Maret 2023 ini.

Henggar berpesan agar masyarakat lebih berhati-hati dan Gunarto beserta istri mengucapkan terima kasih atas kunjungan Pj Bupati yang memberikan bantuan.

BACA JUGA :

DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved