RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Pj Gubernur Jateng Pantau Arus Mudik dan Ramp Check di Terminal Tingkir Salatiga

Pj Gubernur Jateng Pantau Arus Mudik dan Ramp Check di Terminal Tingkir Salatiga

Pj Gubernur Jateng Pantau Arus Mudik dan Ramp Check di Terminal Tingkir Salatiga

Nana Sudjana saat di terminal bus Tingkir Salatiga jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) di Termi

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana melakukan pantauan lalu lintas menjelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) di Terminal Tingkir, Kota Salatiga, Selasa (24/12/2024).

Di terminal tersebut, dia memastikan ramp check pada bus angkutan penumpang. Nana menanyakan kepada sejumlah sopir mengenai kondisi bus yang dikemudikan.

Dalam perbincangan tersebut, Pj gubernur mengingatkan pengemudi bus, agar selalu memastikan armada dalam kondisi baik. Sebab, pengemudi memiliki tanggung jawab untuk menjamin keselamatan penumpang.

Di sisi lain, Nana menuturkan, situasi arus mudik hingga H-1 libur Natal terpantau terjadi penurunan. Menurutnya, hal itu disebabkan hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Jawa Tengah.

“Tadi di (Gerbang Tol) Kalikangkung per jam (kendaraan) yang melewati tol dari Jakarta itu sekitar 2.200 kendaraan. Padahan tahun lalu sampai 3.700 kendaraan,” ujar dia.

Kendati demikian, Nana berharap kesiapan yang telah dilakukan oleh Pemprov Jateng, Polri, TNI serta instansi-instansi terkait, dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Kami melakukan pengecekan di Terminal Tipe A Tingkir Salatiga, pelaksanaannya di sini cukup kondusif. Pemerintah bersama dengan Polri dan TNI juga instansi terkait kita siap untuk melayani masyarakat, mengamankan umat Kristiani yang akan melaksanakan ibadah Natal, juga mengamankan liburan masyarakat yang masuk ke Jawa Tengahagar betul-betul nyaman dan,” kata Nana.

Bedasarkan pantauan, puncak arus mudik di Terminal Tingkir sudah terjadi pada Hari Ke-4 Posko Nataru, yakni Jumat, 20 Desember 2024.

Jika dibandingkan dengan periode Nataru tahun lalu, tahun ini terdapat peningkatan jumlah bus dan penumpang diatas 60 persen.

Tercatat, bus datang & berangkat sebanyak 329 unit, penumpang datang 6.064 orang dan penumpang berangkat sebanyak 6.391.

Salah seorang pemudik asal Bekasi, Tuti menuturkan, secara umum pelayanan dan fasilitas di Terminal Tingkir sudah bagus.

“Kebersihannya oke banget. Petugasnya semua ramah, mengarahkan dengan baik,” ucapnya.

Pantauan Rasika FM dilokasi, kehadiran orang nomor satu di Provinsi Jateng ini disambut langsung oleh Pj Wali Kota Salatiga Yasip Khasani, Kapolres AKBP Aryuni Novitasari, Kepala Dishub Sri Satuti serta Kepala Kepala Terminal Tipe A Tingkir Kota Salatiga, Vicky Chandra Yanuar.

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran