URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng berhasil mengidentifikasi jasad yang ditemukan di area perkebunan bawah jembatan Tol Semarang - Bawen, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik

Mbak Google

KABAR RASIKA

Polda Jateng Berhasil Identifikasi Penemuan Jasad di Bawah Tol Semarang-Bawen

Polda Jateng Berhasil Identifikasi Penemuan Jasad di Bawah Tol Semarang-Bawen

Polda Jateng Berhasil Identifikasi Penemuan Jasad di Bawah Tol Semarang-Bawen

featured-img

SEMARANG – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng berhasil mengidentifikasi jasad yang ditemukan di area perkebunan bawah jembatan Tol Semarang – Bawen, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik pada Minggu (13/3/2022) pagi.

“Identitas korban sudah kita ketahui. Wanita itu diketahui bermama Suwita Gatra Subardiah. Dia lahir di Jogja 8 Juli 1989,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro di RSUP Kariadi Semarang, Rabu (16/3/2022).[irp posts=”35064″ name=”Penemuan Jasad Tanpa Identitas di Bawah Jembatan Tol Semarang Bawen, Diduga Korban Pembunuhan Yang Dibuang”]

Wanita itu diketahui bekerja sebagai tenaga kesehatan. Identitas itu dipastikannya setelah adanya pencocokan dengan data rumah sakit seperti tinggi badan, pakaian korban dan harta yang dimiliki.

Selain itu, kata dia, kepastian identitas juga karena adanya barang barang yang milik korban di sekitar lokasi penemuan mayat. Korban sendiri ditemukan di Tol Semarang-Bawen KM 426.

“Sebelum adanya penemuan mayat ini, juga ada laporan orang hilang Polsek Melati Polres Sleman Polda DIY. Keluarga korban melapor disana,” ungkapnya.

“Korban kemungkinan dilempar pelaku (dari atas jalan tol),” sambungnya

Kapolsek Banyumanik, Kompol Benny Hartawan membenarkan adanya kejadian penemuan jenazah tersebut. Pihaknya juga tidak mengela bahwa temuan jasad itu adalah korban dugaan pembunuhan.

“Kondisinya sudah membusuk, kondisi tulang rahang sudah keluar semua. Belum diketahui adanya luka. Tapi kalau melihat posisinya seperti itu, indikasi, mengarah kejadian pembunuhan,” paparnya.

Pihaknya juga masih belum belum mengetahui identitas korban. Sekarang jasad korban masih dilakukan outopsi untuk mengungkap kematian korban. Meski demikian, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan.

“Saksi yang kita mintai keterangan sudah ada, tapi tidak melihat adanya orang mencurigakan disekitaran lokasi. Saksi hanya menemukan kejadian ini saja,” bebernya.

Kompol Benny mengakui bahwa kepolisian juga tidak menemukan adanya CCTV di wilayah jembatan. Namun demikian, pihaknya akan mengurutkan kembali kejadian atau aktivitas lokasi yang terdapat CCTV guna menemukan petunjuk terkait penemuan mayat itu.

“Ya nanti kami akan urutkan lagi di lokasi yang ada CCTV. Ini masih dilakukan penyelidikan,” pungkasnya.

Sementara itu, kali pertama jasad tersebut diketahui oleh Sriyanto warga Pudak Payung yang sedang mencari rumput tidak jauh dari lokasi temuan. Penemuan ini berawal ketika ia sedang mencari rumput di sekitaran lokasi dan tiba-tiba mencium bau busuk yang sangat menyengat.

“Awalnya tercium bau menyengat, membusuk. Akhirnya melihat ada sesuatu terbungkus kain sarung,” paparnya.

Ia sudah menduga bahwa bau menyengat tersebut adalah bau bangkai manusia. Terlebih, dugaan kuat ini lantaran dilihat dari segi bungkusan kain sangat mencurigakan.

BACA JUGA :

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Kepala SPPG Jati, Karanganyar, yang mencicipi menu MBG setelah tim dapur melaporkan aroma mencurigakan, Rabu (12/8/2026). Tindakan itu dilakukan untuk memastikan keamanan makanan sebelum didistribusikan. Pemprov Jateng menilai kejadian tersebut menjadi evaluasi untuk memperketat pengawasan kualitas program MBG.
Taj Yasin Apresiasi Kepala SPPG yang Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan
Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara
Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved