URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Polda Jateng menduga penemuan jasad dan motor yang terbakar bersama motornya di CV Family kawasan Marina pada Kamis (8/9/2022) malam, adalah korban pembunuhan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Polda Jateng Menduga Jasad Yang Terbakar di Marina Semarang Korban Pembunuhan

Polda Jateng Menduga Jasad Yang Terbakar di Marina Semarang Korban Pembunuhan

Polda Jateng Menduga Jasad Yang Terbakar di Marina Semarang Korban Pembunuhan

featured-img

SEMARANG – Polda Jateng menduga penemuan jasad dan motor yang terbakar bersama motornya di CV Family kawasan Marina pada Kamis (8/9/2022) malam, adalah korban pembunuhan.

Diketahui, kepolisian mengidentifikasi motor yang terbakar ini digunakan oleh pegawai Bapenda Semarang yang hilang bernama Iwan Boedi Prasetijo Paulus.[irp posts=”42293″ name=”Jasad Terbakar di Marina Mengarah pada Pegawai Bapenda Semarang yang Hilang”][irp posts=”42330″ name=”Dikabarkan Jadi Dugaan Korban Pembunuhan, Keluarga Pegawai Bapenda Semarang Menunggu Pemeriksaan DNA”]

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirrkrimum) Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro mengatakan, dalam pemeriksaan, kepolisian menemukan ada bekas-bekas dugaan pembunuhan di lokasi kejadian. Meski demikian, pihaknya kini masih mendalam hal tersebut apakah memang korban pembunuhan.

“Untuk saat ini kita masih proses awal penyelidikan, proses awal penyelidikan memang ada hal-hal yang secara sepintas adanya diduga ini adalah pembunuhan. Diduga ya, karena dari TKP (tempat kejadian perkara) ditemukan korban meninggal, kemudian ada bekas-bekas yang diduga mungkin penganiayaan,” ujar Djuhandani saat melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian, Jumat (9/9/2022).

Djuhandani mengatakan, selain diduga ditemukan bekas penganiayaan, kepolisian juga mendeteksi adanya bahan bensin yang diduga untuk membakar. Dari temuan ini, dirinya menjelaskan akan dilakukan penyelidikan terkait apakah korban terbakar dalam keadaan meninggal atau belum.

“Tapi lebih jelasnya kita menunggu hasil pemeriksaan forensik atau kedokteran. Kenapa dikatakan penganiayaan?, karena di situ tersiram ada bekas-bekas bensin dan sebagainya yang diduga ini bukan dilakukan oleh korban sendiri,” paparnya.

“Kemudian, apakah saat kejadian ini korban kondisi hidup atau meninggal, ini masih dalam proses. Mungkin dalam satu dua hari ini kita akan mengetahui korban sudah meninggal atau belum,” tambahnya.

Meski demikian, kemungkinan jasad tersebut adalah korban pembunuhan. Namun, pihaknya belum memastikan terkait masalah korban yang akan diperiksa sebagai saksi korupsi.

“Mungkin kalau dikait-kaitan dengan itu kami belum bisa menjawab. Karena apakah ini saudara Iwan sesuai dengan yang tanggal 24 Agustus kemarin dilaporkan hilang atau tidak, tentu saja ini kita masih harus buktikan secara scientific nanti dengan kedokteran forensik nantinya akan membuktikan benar atau tidak. Kalau memang benar nanti kita juga akan kira-kira, motif dan lainnya mungkin bisa terjawab dengan jelas,” jelasnya.

Kini Ditreskrimum Polda Jateng bersama Polrestabes Semarang masih melakukan pendalaman terkait kasus penemuan jasad yang terbakar ini. Kepolisian berharap kasus ini segera terungkap.

“Pada prinsipnya kami beserta Polrestabes Semarang berniat untuk mengungkap kasus ini secara gamblang dan jelas. Dan mungkin secepatnya kami berupaya menungkap kasus ini dan kami mohon doanya dari rekan-rekan semua,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menerangkandari hasil pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP), kepolisian mengidentifikasi motor yang terbakar ini digunakan oleh pegawai Bapenda Semarang yang bernama Iwan Boedi Prasetijo Paulus.

“Kendaraan yang terbakar itu masih meninggalkan pelat nomor polisi, pelat merah, pelat dinas diduga motor mio pelatnya (nomor) H-9799-RA,” bebernya.

Meski demikian, Irwan menyebut temuan itu masih didalami oleh Tim Labfor Polda Jateng. Hal itu dilakukan guna membuktikan secara pasti apakah itu memang korban yang dilaporkan hilang sejak 24 Agustus 2022 lalu.

“Kepastiannya kita masih menunggu proses pemeriksaan forensik karena ini harus dibuktikan dulu apakah yang meninggal ini Iwan atau bukan. Kalau kendaraannya diduga kuat iya, karena identik dengan nomor pelat, nomor rangka, nomor mesin itu sudah identik,” tutupnya.

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara