KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Polda Jateng Menduga Jasad Yang Terbakar di Marina Semarang Korban Pembunuhan

Polda Jateng Menduga Jasad Yang Terbakar di Marina Semarang Korban Pembunuhan

Polda Jateng Menduga Jasad Yang Terbakar di Marina Semarang Korban Pembunuhan

SEMARANG – Polda Jateng menduga penemuan jasad dan motor yang terbakar bersama motornya di CV Family kawasan Marina pada Kamis (8/9/2022) malam, adalah korban pembunuhan.

Diketahui, kepolisian mengidentifikasi motor yang terbakar ini digunakan oleh pegawai Bapenda Semarang yang hilang bernama Iwan Boedi Prasetijo Paulus.[irp posts=”42293″ name=”Jasad Terbakar di Marina Mengarah pada Pegawai Bapenda Semarang yang Hilang”][irp posts=”42330″ name=”Dikabarkan Jadi Dugaan Korban Pembunuhan, Keluarga Pegawai Bapenda Semarang Menunggu Pemeriksaan DNA”]

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirrkrimum) Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro mengatakan, dalam pemeriksaan, kepolisian menemukan ada bekas-bekas dugaan pembunuhan di lokasi kejadian. Meski demikian, pihaknya kini masih mendalam hal tersebut apakah memang korban pembunuhan.

“Untuk saat ini kita masih proses awal penyelidikan, proses awal penyelidikan memang ada hal-hal yang secara sepintas adanya diduga ini adalah pembunuhan. Diduga ya, karena dari TKP (tempat kejadian perkara) ditemukan korban meninggal, kemudian ada bekas-bekas yang diduga mungkin penganiayaan,” ujar Djuhandani saat melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian, Jumat (9/9/2022).

Djuhandani mengatakan, selain diduga ditemukan bekas penganiayaan, kepolisian juga mendeteksi adanya bahan bensin yang diduga untuk membakar. Dari temuan ini, dirinya menjelaskan akan dilakukan penyelidikan terkait apakah korban terbakar dalam keadaan meninggal atau belum.

“Tapi lebih jelasnya kita menunggu hasil pemeriksaan forensik atau kedokteran. Kenapa dikatakan penganiayaan?, karena di situ tersiram ada bekas-bekas bensin dan sebagainya yang diduga ini bukan dilakukan oleh korban sendiri,” paparnya.

“Kemudian, apakah saat kejadian ini korban kondisi hidup atau meninggal, ini masih dalam proses. Mungkin dalam satu dua hari ini kita akan mengetahui korban sudah meninggal atau belum,” tambahnya.

Meski demikian, kemungkinan jasad tersebut adalah korban pembunuhan. Namun, pihaknya belum memastikan terkait masalah korban yang akan diperiksa sebagai saksi korupsi.

“Mungkin kalau dikait-kaitan dengan itu kami belum bisa menjawab. Karena apakah ini saudara Iwan sesuai dengan yang tanggal 24 Agustus kemarin dilaporkan hilang atau tidak, tentu saja ini kita masih harus buktikan secara scientific nanti dengan kedokteran forensik nantinya akan membuktikan benar atau tidak. Kalau memang benar nanti kita juga akan kira-kira, motif dan lainnya mungkin bisa terjawab dengan jelas,” jelasnya.

Kini Ditreskrimum Polda Jateng bersama Polrestabes Semarang masih melakukan pendalaman terkait kasus penemuan jasad yang terbakar ini. Kepolisian berharap kasus ini segera terungkap.

“Pada prinsipnya kami beserta Polrestabes Semarang berniat untuk mengungkap kasus ini secara gamblang dan jelas. Dan mungkin secepatnya kami berupaya menungkap kasus ini dan kami mohon doanya dari rekan-rekan semua,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menerangkandari hasil pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP), kepolisian mengidentifikasi motor yang terbakar ini digunakan oleh pegawai Bapenda Semarang yang bernama Iwan Boedi Prasetijo Paulus.

“Kendaraan yang terbakar itu masih meninggalkan pelat nomor polisi, pelat merah, pelat dinas diduga motor mio pelatnya (nomor) H-9799-RA,” bebernya.

Meski demikian, Irwan menyebut temuan itu masih didalami oleh Tim Labfor Polda Jateng. Hal itu dilakukan guna membuktikan secara pasti apakah itu memang korban yang dilaporkan hilang sejak 24 Agustus 2022 lalu.

“Kepastiannya kita masih menunggu proses pemeriksaan forensik karena ini harus dibuktikan dulu apakah yang meninggal ini Iwan atau bukan. Kalau kendaraannya diduga kuat iya, karena identik dengan nomor pelat, nomor rangka, nomor mesin itu sudah identik,” tutupnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]