URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Polrestabes Semarang memastikan bahwa temuan mayat yang tak utuh dan motor yang terbakar di CV Family Kawasan Marina Kota Semarang adalah hasil dari tindak kejahatan oranglain.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Polisi Klaim Temuan Mayat Tak Utuh dan Motor yang Terbakar di Marina Adalah Korban Tindak Kejahatan

Polisi Klaim Temuan Mayat Tak Utuh dan Motor yang Terbakar di Marina Adalah Korban Tindak Kejahatan

Polisi Klaim Temuan Mayat Tak Utuh dan Motor yang Terbakar di Marina Adalah Korban Tindak Kejahatan

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar saat memberikan keterangan terkait temuan jasad tak utuh dan sepeda motor yang terbakar, di Mapolrestabes Semarang, Selasa (13/9/2022).
featured-img

SEMARANG – Polrestabes Semarang memastikan bahwa temuan mayat yang tak utuh dan motor yang terbakar di CV Family Kawasan Marina Kota Semarang adalah hasil dari tindak kejahatan oranglain.

Diketahui, dari hasil pemeriksaan oleh kepolisian, mayat diduga pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang bernama Iwan Boedi Prasetijo Paul yang menjadi saksi kasus korupsi, ditemukan dalam kondisi tanpa kepala, kedua telapak tangan dan kaki kanan hilang.[irp posts=”42438″ name=”Polisi Periksa 5 Sampel DNA Jasad Tanpa Kepala yang Mengarah Pada Pegawai Bapenda Semarang”][irp posts=”42503″ name=”Polisi Belum Temukan Potongan Tubuh yang Hilang dari Jasad Terbakar di Marina Semarang”]

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengklaim bahwa meninggalnya korban yang ditemukan hangus ini dikarenakan oleh tindak kejahatan orang. Hal itu ia pastikan setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal sebelum dibakar.

“Hasil pemeriksaan Labfor, mayat yang ada di lokasi itu posisinya sudah dalam keadaan meninggal lalu dibakar. Itu artinya ini adalah kejahatan, jadi beda hasil kondisi mayat yang terbakar antara sudah meninggal baru dibakar dan masih hidup baru di bakar. Nah yang terjadi di Marina adalah sudah meninggal dulu baru dibakar. Jadi, murni ini adalah kejahatan,” ujar Irwan di Mapolrestabes Semarang, Selasa (13/9/2022).

Disisi lain, Irwan mengatakan bahwa pihaknya kini masih menunggu hasil tes DNA di Labfor Mabes Polri. Hal itu guna untuk memastikan apakah korban tersebut memang benar Iwan yang menjadi saksi kasus korupsi.

“Kita belum bisa memastikan apakah mayat yang ada di loaksi adalah Iwan. Tetapi langkah-langkah menuju itu sudah kita lakukan upaya tes DNA namun untuk hasilnya sampai saat ini belum kami dapatkan,” jelasnya.

“Tapi, siapapun yang bersangkutan kami akan terus melakukan penyelidikan dan terkait dengan motif dan alasan yang muncul di media, terkait korupsi bisa saja dalam premis lain misal ada masalah asmara, mungkin keluarga, mungkin soal utang-piutang itu semua kita dalami premis-premisnya, baik itu Iwan atau bukan Iwan,” tambahnya.

Irwan menambahkan, kepolisian juga masih mendalami penyebab korban meninggal apakah dimutilasi atau ada penyebab lainnya. “

“Dari lokasi kejadian kita tinggal menemukan tulang belulang, baik tulang belulang manusia maupun rangka kendaraan, jadi sudah terbakar 100 persen. Tulang belulang yang disusun sedemikian rupa dari ilmu forensik itu tidak lagi ditemukan kepala dan tidak lagi ditemukan tangan kanan dan kiri, serta kaki mulai dari lutut ke bawah yang kaki kanan,” katanya.

“Ini juga kami sampaikan bahwa handicapnya dalam kasus kejahatan yang tidak mudah diungkapkan namun tim gabungan Polrestabes, Polda, dan Bareskrim terus melakukan upaya penyelidikan. Saya optimistis, kasus ini bisa terungkap,” tambahnya.

“Nanti apakah dipotong nanti akan ditentukan oleh tim Labfor. Misalnya di situ kan ada pisau, apakah di tulang itu ada goresan itu nanti akan ketahuan setelah kita dapat hasil tertulis dari Labfor,” tuturnya.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon