URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Polres Semarang membangun jaringan pipa air bersih di Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, pada Rabu (25/6/2025) dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, dengan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Semarang dan PDAM Tirta Serasi. Kapolres Semarang bersama warga desa dan perangkat daerah terlibat langsung dalam pembangunan pipa sepanjang 1,5 kilometer yang mengalirkan air dari sumber mata air ke permukiman warga untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Polres Semarang Bangun Jaringan Pipa Air Bersih 1,5 Km di Lereng Merbabu

Polres Semarang Bangun Jaringan Pipa Air Bersih 1,5 Km di Lereng Merbabu

Polres Semarang Bangun Jaringan Pipa Air Bersih 1,5 Km di Lereng Merbabu

Polres Semarang melaksanakan bakti sosial berupa pembangunan jaringan pipa air bersih di Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Rabu (25/6/2025). Foto: Humas Polres Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Semarang melaksanakan bakti sosial berupa pembangunan jaringan pipa air bersih di Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Rabu (25/6/2025).

Dalam sambutannya, Kapolres mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Kabupaten Semarang dan PDAM Tirta Serasi atas fasilitasi dalam pembangunan jaringan pipa sepanjang 1,5 kilometer dari sumber mata air menuju permukiman warga.

“Atas nama institusi, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Semarang dan PDAM Tirta Serasi, serta masyarakat Desa Ngrawan yang turut serta membantu pemasangan pipa air bersih ini. Ini adalah bentuk nyata kehadiran Polri untuk masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan filosofi kerja Polri yang meneladani sifat air—senantiasa memberikan manfaat bagi siapa pun di sekitarnya.

Senada dengan itu, Kepala Desa Ngrawan, Lungguh Wahono, menyampaikan rasa syukur atas perhatian Polres Semarang terhadap kebutuhan dasar masyarakatnya.

“Atas nama warga, kami mengucapkan terima kasih. Semoga bantuan ini membawa berkah bagi semuanya. Ini membuktikan bahwa Polri hadir dan peduli terhadap kebutuhan pokok masyarakat, khususnya air bersih,” tuturnya.

Sebagai tanda peresmian, dilakukan pembukaan kran secara simbolis dari bak penampungan berkapasitas 1.500 liter yang akan menyalurkan air ke rumah-rumah warga. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon di sekitar lokasi penampungan, sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Wakil Bupati Semarang, Nur Arifah, memberikan apresiasi atas inisiatif Polres Semarang.

“Pemerintah Kabupaten mendukung penuh kegiatan ini. Semoga di usia ke-79, Polri semakin presisi dan terus hadir memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” kata dia.

Selain pembangunan infrastruktur air bersih, Polres Semarang juga membagikan bantuan sosial berupa paket sembako kepada warga sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. (win)

BACA JUGA :

Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved