URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Lonjakan arus lalu lintas diprediksi terjadi di ruas Tol Solo–Ngawi pada periode mudik Lebaran 2026 dengan puncak pergerakan kendaraan 22 Maret. PT Jalan Solo Ngawi memperkirakan volume kendaraan meningkat hingga 50 persen dari kondisi normal melalui pemantauan di Gerbang Tol KM 91,9.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Prediksi Arus Mudik di Tol Solo–Ngawi Naik 50 Persen, Puncak Diperkirakan 22 Maret 2026

Prediksi Arus Mudik di Tol Solo–Ngawi Naik 50 Persen, Puncak Diperkirakan 22 Maret 2026

Prediksi Arus Mudik di Tol Solo–Ngawi Naik 50 Persen, Puncak Diperkirakan 22 Maret 2026

Ruas Tol Jasamarga Solo Ngawi
featured-img

SEMARANG – Arus lalu lintas di ruas Tol Solo–Ngawi diprediksi mengalami peningkatan signifikan selama periode mudik dan Lebaran 2026. Pengelola tol memperkirakan puncak arus mudik sekaligus arus balik akan terjadi pada 22 Maret 2026, dengan kenaikan volume kendaraan hingga sekitar 50 persen dibandingkan kondisi normal.

General Manager Teknik dan Operasi PT Jalan Solo Ngawi (JSN), Mery Adelia, mengatakan prediksi tersebut didasarkan pada pemantauan lalu lintas di Gerbang Tol Solo–Ngawi yang berada di KM 91,9.

Menurutnya, pada periode Jumat–Sabtu–Minggu (JSN) 13,14,15 Maret, jumlah kendaraan yang melintas diperkirakan mencapai sekitar 38.240 kendaraan. Sementara untuk puncak pergerakan kendaraan diprediksi terjadi pada 22 Maret.

“Untuk tahun ini ada anomali, karena prediksi puncak arus mudik dan arus balik terjadi pada tanggal yang sama, yaitu 22 Maret,” ujarnya saat briefing bersama media di Semarang, 12 Maret 2026.

Ia menjelaskan, pada kondisi normal volume lalu lintas di ruas tersebut berada di kisaran 33 ribu kendaraan per hari. Namun pada puncak arus Lebaran diperkirakan meningkat menjadi sekitar 40 ribu hingga 50 ribu kendaraan.

Mery menambahkan, tingginya pergerakan kendaraan pada tanggal tersebut juga dipengaruhi oleh aktivitas silaturahmi Lebaran yang didominasi lalu lintas lokal. Banyak masyarakat memanfaatkan momentum hari raya untuk berkunjung ke keluarga sekaligus berwisata.

“Di Solo–Ngawi itu sebagian besar lalu lintasnya adalah silaturahmi dan perjalanan lokal, termasuk yang menuju kawasan rekreasi atau ke arah Yogyakarta,” jelasnya.

Antisipasi Titik Kepadatan

Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, kepadatan lalu lintas sempat terjadi di sekitar KM 490 ruas tol tersebut. Kondisi itu dipicu oleh penutupan rest area di KM 487 arah Semarang–Solo serta tingginya arus kendaraan dari arah Yogyakarta menuju barat.

Akibatnya, arus kendaraan bertemu dengan jalur putar balik (U-turn) sehingga menimbulkan antrean panjang kendaraan.

Untuk mengantisipasi kondisi serupa pada musim mudik tahun ini, pihak pengelola tol telah menyiapkan sejumlah infrastruktur tambahan, termasuk fasilitas U-turn baru di sekitar KM 496 hingga KM 497.

Selain itu, pengaturan lalu lintas juga akan dilakukan secara situasional melalui diskresi kepolisian.

“Jika terjadi kepadatan, nantinya bisa diberlakukan rekayasa lalu lintas seperti one way atau contraflow pada titik tersebut, sesuai dengan diskresi dari kepolisian,” pungkasnya.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved