URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pukau Penonton, Satgas FPU Indonesia Tampil Berpakaian Adat di Peacekeeper Day

Pukau Penonton, Satgas FPU Indonesia Tampil Berpakaian Adat di Peacekeeper Day

Pukau Penonton, Satgas FPU Indonesia Tampil Berpakaian Adat di Peacekeeper Day

Foto dok IST
Formed Police Unit RI saat mendapat penghargaan dari Special Representative of the Secretary-General
featured-img

RASIKAFM.COM | JAKARTA - Satuan Formed Police Unit (FPU) Indonesia meraih penghargaan dari Special Representative of the Secretary-General (SRSG) Mme. Valentine Rugwabiza atas kontribusi budaya dalam acara Peacekeeper Day. Diketahui, FPU Indonesia bertugas di misi perdamaian PBB di Afrika Tengah.

FPU Indonesia menampilkan 9 personel polisi yang mengatakan pakaian adat dari seluruh Indonesia. Mereka memperlihatkan keanekaragaman budaya Indonesia yang memukau.

Kepala Satgas FPU 4 Minusca Kombes Wahid Kurniawan mengatakan sangat bangga atas penghargaan yang diterima oleh timnya.

“Kami senang dan bangga dapat berkontribusi dalam acara Peacekeeper Day dan memperlihatkan keindahan keberagaman budaya Indonesia kepada masyarakat lokal dan dunia internasional,” ujarnya seperti dikutip detikcom, Selasa (2/6/2023).

SRSG turut mengapresiasi kinerja FPU Indonesia dalam mendukung keamanan dan perdamaian di Afrika Tengah. FPU Indonesia menjadi salah satu tim terbaik dalam menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB.

Di kesempatan yang sama, SRSG juga meminta dukungan dari negara-negara anggota PBB untuk terus mendukung misi perdamaian dan memperlihatkan keanekaragaman budaya di seluruh dunia.

Sejumlah anggota Satgas FPU Indonesia saat tampil dengan menggunakan pakaian adat

Dengan diraihnya penghargaan tersebut oleh FPU Indonesia, menjadi bukti bahwa keanekaragaman budaya dapat menjadi jembatan perdamaian dan kerjasama internasional. Wahid berharap prestasi tersebut dapat memotivasi generasi muda Indonesia untuk terus memperlihatkan keanekaragaman budaya Indonesia di berbagai kesempatan internasional di masa depan.

Dalam acara tersebut, SRSG juga memberikan apresiasi atas kinerja FPU Indonesia dalam mendukung keamanan dan perdamaian di Afrika Tengah. Mereka menjadi salah satu tim terbaik dalam menjalankan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB.

FPU Indonesia terdiri dari 140 personel polisi yang bertugas dalam misi perdamaian PBB di Afrika Tengah sejak tahun 2022. Mereka bekerja sama dengan pasukan dari berbagai negara lain untuk menjaga keamanan dan memfasilitasi proses perdamaian di wilayah konflik.

Penghargaan yang diterima oleh FPU Indonesia ini menjadi bukti bahwa keanekaragaman budaya dapat menjadi jembatan perdamaian dan kerjasama internasional. Kita dapat belajar dari keberhasilan FPU Indonesia dalam memperlihatkan keindahan budaya Indonesia di tengah-tengah misi perdamaian yang dilaksanakan di luar negeri.

 

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon