URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melantik Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah masa khidmah 2024-2029 pada Sabtu (3/8/2024) di Auditorium Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Kota Semarang. Pelantikan dilakukan oleh Rais Syuriyah PBNU KH Aniq Muhammadun, dengan Surat Keputusan dibacakan oleh Sekjen PBNU H Saifullah Yusuf.

Mbak Google

KABAR RASIKA

PWNU Jawa Tengah Masa Khidmah 2024-2029 Resmi Dilantik, Gus Rozin Dikukuhkan Sebagai Ketua Tanfidziyah

PWNU Jawa Tengah Masa Khidmah 2024-2029 Resmi Dilantik, Gus Rozin Dikukuhkan Sebagai Ketua Tanfidziyah

PWNU Jawa Tengah Masa Khidmah 2024-2029 Resmi Dilantik, Gus Rozin Dikukuhkan Sebagai Ketua Tanfidziyah

Rais Syuriyah PBNU KH Aniq Muhammadun melantik PWNU Jateng masa khidmah 2024-2029 di Auditorium Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Genuk, Kota Semarang, Sabtu (3/8/2024). Foto: Dok. PWNU Jateng

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi melantik Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah masa khidmah 2024-2029, Sabtu (3/8/2024).

Pelantikan itu dilakukan Rais Syuriyah PBNU KH Aniq Muhammadun di Auditorium Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Jalan Kaligawe Raya Terboyo Kulon, Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Sebelum proses pelantikan, Sekretaris Jenderal PBNU H Saifullah Yusuf membacakan Surat Keputusan pengesahan kepengurusan PWNU Jawa Tengah Nomor Nomor: 333/PB.01./A.II.01.44/99/05/2024 yang ditandatangani Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekjen PBNU H Saifullah Yusuf pada 29 Mei 2024.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf saat memberikan sambutan menegaskan bahwa NU berada di atas negara. Hal itu merupakan pesan dari Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri saat ia dan pengurus PBNU lainnya sowan.

“NU harus berada di atas negara. Ini pesan dari Mustasyar PBNU,” katanya menyampaikan pesan KH Ahmad Mustofa Bisri.

Ia menjelaskan bahwa pesan itu berarti bahwa NU harus mendudukan kepentingannya mengatasi berbagai macam kepentingan parsial yang ada di negara ini. Hal itu supaya NU mampu berkontribusi untuk terus menyangga keutuhan bangsa dan negara ini.

“Di bawah negara saja gak boleh, apalagi cuma di bawah partai, tidak boleh,” tegas Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga menyampaikan bahwa PBNU telah mencanangkan dua agenda besar dan strategis, yaitu repositioning dan konsolidasi. Repositiong artinya menata lagi kedudukan NU, baik kedudukan NU sebagai satu kesatuan di tengah berbagai macam elemen masyarakat lain maupun kedudukan dari bernagai macam komponen di dalam NU satu sama lain.

Senada dengan Gus Yahya, Ketua PWNU Jawa Tengah terpilih KH Abdul Ghaffar Rozin menegaskan komitmennya untuk melaksanakan segala amanah PBNU.

“Apa yang dilakukan PWNU Jawa Tengah adalah menjalankan amanah dari PBNU, termasuk menjaga konstitusi NU,” ujarnya.

Usai pelantikan pengurus menerima ucapan selamat dari sejumlah tokoh yang hadir, antara lain Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri dan KH Abdullah Ubab, Katib Aam KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Bendahara Umum H Gudfan Arif.

Hadir juga Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sujana, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Ketua Umum Yayasan Unissula Bambang Tei Bawono, dan Rektor Unissula Prof Gunarto.

Sebagai informasi, PWNU Jawa Tengah masa khidmah 2024-2029 dipimpin oleh KH Ubaidullah Shodaqoh sebagai Rais Syuriyah dan KH Abdul Ghaffar Rozin sebagai Ketua Tanfidziyah. Keduanya terpilih pada Konferensi Wilayah (Konferwil) XVI NU Jawa Tengah di Gedung Aswaja Pekalongan, Rabu (6/3/2024). (win)

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved