URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dalam menyambut arus mudik Lebaran, Dishub Kota Salatiga menggelar ramp check kendaraan umum agar kendaraan yang digunakan oleh pemudik aman dan nyaman selama perjalanan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari dan telah memeriksa 33 angkutan umum. Selama pemeriksaan, Dishub Salatiga melakukan pengecekan fisik kendaraan, kelengkapan surat kendaraan, kondisi fisik pengemudi, serta tes urine untuk memastikan tidak ada pengemudi yang mengkonsumsi narkoba.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ramp Chek Angkutan Umum Hari Kedua, Dishub Salatiga Temukan 2 Kasus Penyimpangan Trayek

Ramp Chek Angkutan Umum Hari Kedua, Dishub Salatiga Temukan 2 Kasus Penyimpangan Trayek

Ramp Chek Angkutan Umum Hari Kedua, Dishub Salatiga Temukan 2 Kasus Penyimpangan Trayek

Dalam menyambut arus mudik Lebaran, Dishub Kota Salatiga menggelar ramp check kendaraan umum agar kendaraan yang digunakan oleh pemudik aman dan nyaman selama perjalanan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari dan telah memeriksa 33 angkutan umum. Selama pemeriksaan, Dishub Salatiga melakukan pengecekan fisik kendaraan, kelengkapan surat kendaraan, kondisi fisik pengemudi, serta tes urine untuk memastikan tidak ada pengemudi yang mengkonsumsi narkoba.
Foto Arief Rasika
Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Salatiga saat melakukan pengecekan terhadap angkutan umum persiapan Lebaran, Rabu (12/4/2023).
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Mendekati arus mudik Lebaran, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga gencar menggelar ramp check kendaraan umum alias angkutan mudik.

Kegiatan itu bertujuan untuk memastikan keamanan kendaraan umum yang ditumpangi pemudik saat perjalanan menuju ke kampung halaman.
Pantauan Rasika, petugas Dishub Salatiga melakukan pemeriksaan kendaraan yang meliputi pengecekan fisik kendaraan, surat-surat kelengkapan kendaraan, dan kondisi fisik pengemudi.

kegiatan ramp check sendiri dilaksanakan selama dua hari, Selasa-Rabu (11-12/4/2023). Sebanyak 33 angkutan umum antarkota antarprovinsi (AKAP) dan angkutan umum antarkota dalam provinsi (AKDP) telah diperiksa.

“Selama 2 hari diperiksa 33 bus AKAP/AKDP. Hasil ramp check ada dua penyimpangan trayek, kondisi kartu pengawasan (KP) mati ada 4 kasus, 1 KIR mati, 1 pajak mati, 1 kasus tidak dilengkapi papan trayek,” ungkap kadishub, Satuti.

Sementara untuk kesehatan pengemudi, Dishub Salatiga juga telah melakukan tes urine. Hasilnya tidak ditemukan adanya pengemudi yang mengkonsumsi narkoba.

“Untuk kesehatan, nihil pengemudi mengkonsumsi narkoba,” terangnya.

Kepala Terminal Tingkir, Tubagus Kresno, mendukung kegiatan ramp check ini. Menurutnya hal itu bisa meningkatkan keamanan dan kenyamanan perjalanan mudik.

“Kendaraan tersebut harus layak jalan dan layak operasional. Layak jalan itu terkait kondisi teknis, seperti lampu, rem, dan oli. Sementara layak operasional itu terkait dengan dokumen,” papar Tubagus.

Dikatakan, pihaknya juga akan terus pengawasan terhadap kendaraan umum yang menjadi angkutan Lebaran.

BACA JUGA :

Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
WhatsApp Image 2026-09-01 at 21.14
Dalam Rangka Hari Lahir Kejaksaan Ke-81, Gelar Baksos, Penyaluran Beras di 3 Panti Asuhan
23e7e0c1-4d7c-444b-aaa2-1eea1177273b
Hari Lahir Kejaksaan Ke-81, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang gelar Baksos, Salurkan Air Bersih.
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved