URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang melalui Dinas Pariwisata (Disparta) terus berupaya mendongkrak Daya Tarik Wisata (DTW) hingga ke level nasional. Salah satunya dengan menghelat Rawa Pening Performing Art and Festival di DTW Bukit Cinta, Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Sabtu (11/11/2023).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Rawa Pening Performing Art and Festival Dongkrak DTW Kabupaten Semarang ke Level Nasional

Rawa Pening Performing Art and Festival Dongkrak DTW Kabupaten Semarang ke Level Nasional

Rawa Pening Performing Art and Festival Dongkrak DTW Kabupaten Semarang ke Level Nasional

Sesaji sedekah Rawa Pening didoakan terlebih dahulu sebelum dilarung ke tengah danau, Sabtu (11/11/2023). Foto: win
Sesaji sedekah Rawa Pening didoakan terlebih dahulu sebelum dilarung ke tengah danau, Sabtu (11/11/2023). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang melalui Dinas Pariwisata (Disparta) terus berupaya mendongkrak Daya Tarik Wisata (DTW) hingga ke level nasional. Salah satunya dengan menghelat Rawa Pening Performing Art and Festival di DTW Bukit Cinta, Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Sabtu (11/11/2023).

Acara ditandai dengan pelarungan sesaji ke tengah danau. Sesaji yang itu berisi berbagai macam makanan seperti tumpeng dari beras ketan, ingkung, sayur mayur, dan lainnya dilepaskan di tengah danau. Sebelumnya dibacakan Kidung Rawa Pening yang memiliki filosofi bukti ‘welas asih’ Tuhan atas karunia berupa danau alami ini.

Disampaikan Kepala Disparta Kabupaten Semarang Wiwin Sulistyowati, tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk mempromosikan pariwisata, ekonomi kreatif, tradisi dan kearifan lokal.

“Yang paling utama adalah meningkatkan level Bukit Cinta menjadi DTW nasional,” ujarnya.

Bukit Cinta sebagai salah satu DTW yang dikelola Pemkab Semarang, lanjut Wiwin, telah bertransformasi menjadi destinasi wisata unggulan. Oleh karenanya diperlukan sebuah upaya meningkatkan kualitas dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat agar ‘performa’ tetap terjaga.

“Harapannya, kunjungan wisata dapat meningkat baik lokal maupun mancanegara,” kata Wiwin.

Sementara Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat membuka kegiatan menyampaikan, kegiatan seperti ini sebagai upaya untuk memperkenalkan Rawa Pening kepada masyarakat sebagai kawasan wisata.
“Kami berharap Rawa Pening ini makin dikenal masyarakat baik di Indonesia bahkan internasional. Sehingga selain meningkatkan sektor pariwisata, juga mendorong ekonomi kerakyatan,” urainya.

Ada pun tradisi larung sesaji ini, lanjut Ngesti, tetap dipertahankan sebagai ritual nguri-nguri budaya Jawa. Ungkapan rasa syukur tentang hasil alam dan bumi itu diwujudkan dengan larungan sesuai tradisi di Rawapening ini. Juga berdoa agar diberi keselamatan.

Sebagai informasi, kegiatan Rawa Pening Performing Art and Festival 2023 ini berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu-Minggu (11-12/11/2023). Adapun rangkaian kegiatan pada hari pertama terdiri dari larungan sedekah Rawa Pening, festival perahu hias, tari Indrajala, sendratari Salokantara Umbara, carnival performing art, sendratari Naga Sena, pameran desa wisata, dan lomba karaoke.

Sedangkan hari kedua akan dimeriahkan dengan kesenian Topeng Gecul, tari kuda lumping, musik tradisional lesung, paseban (tari Satriyo Putri, Jingkrak, Balajat, dan Saman), hiburan campursari, dan pameran desa wisata. Bagi pencinta fotografi, ada pula lomba foto Instagram on the spot behadiah jutaan rupiah. (win)

BACA JUGA :

Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Semarang menurun menjadi 35 kasus pada semester pertama 2026 setelah sebelumnya terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. DP3AKB Kabupaten Semarang menyampaikan penurunan tersebut saat peringatan Hari Anak Nasional, Kamis (23/7/2026), sembari menegaskan perlindungan anak berkebutuhan khusus tetap diprioritaskan melalui pendampingan korban, pencegahan perundungan, serta penguatan layanan pendidikan inklusif dan rencana beasiswa bagi 1.682 anak inklusi pada 2027.
Hari Anak Nasional, DP3AKB Kabupaten Semarang Dampingi Kasus Kekerasan Terhadap Anak Difabel, Pemkab Perkuat Perlindungan Anak Inklusi
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga