URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Talkshow bertema pendidikan digelar PGRI Kota Salatiga di Pendapa Bung Karno DPRD belum lama ini, menghadirkan sejumlah pejabat. Acara membahas berbagai persoalan guru, siswa, demo pelajar, hingga kurangnya guru mapel. Digelar untuk mencari solusi karena masalah meningkatnya bullying, kesejahteraan guru, dan dampak bencana pada sekolah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Refleksi Hari Guru Salatiga, Masih ada Guru Swasta Bergaji dibawah UMK

Refleksi Hari Guru Salatiga, Masih ada Guru Swasta Bergaji dibawah UMK

Refleksi Hari Guru Salatiga, Masih ada Guru Swasta Bergaji dibawah UMK

PGRI Kota Salatiga menggelar talkshow dalam rangka HUT Ke-80 PGRI Foto dok IST
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Berbagai persoalan pendidikan terkuak saat talkshow bertema “Komitmen Salatiga Mewujudkan Pendidikan Unggul, Sekolah Aman dan Nyaman, Guru Sejahtera, & Siswa Bahagia”, yang digelar PGRI Kota Salatiga di Pendapa Bung Karno DPRD belum lama ini.

Kegiatan dalam rangka HUT Ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) itu, berlangsung gayeng.

Hadir pembicara Kadinas Pendidikan Drs Muh Naziruddin, Ketua Komisi A (Pendidikan) DPRD M Miftah, Kepala Kemenag Drs Wiharso MM, dan Kompol Marwanto (Polres).

Ketua PGRI Kota Salatiga Fahrudin Saiful Huda SPd MM menjelaskan, saat ini muncul banyak sekali persoalan guru, siswa, dan aktivitas pendidikan yang menjadi keprihatinan.

Di antaranya guru yang dilaporkan LSM dan akhirnya divonis hukuman, menjadi persoalan serius, meski akhirnya dianulir Presiden Prabowo Subianto.

Lalu kasus anak yang selalu di-bully dan akhirnya dendam kepada teman-temannya.

“Semoga talkshow ini bermanfaat bagi pendidikan di Kota Salatiga,” kata Fahrudin.

Adapun dalam talkshow tersebut diungkap pula keterlibatan anak setingkat SMP dan SD yang ikut aksi demo dan perusakan di Salatiga beberapa waktu lalu.

Lalu persoalan sekolah kekurangan guru mapel tertentu juga menjadi problem pendidikan Salatiga.

Terkait dengan kesejahtaraan, dampak efisiensi membuat Pemkot Salatiga tidak bisa lagi memberikan subsidi kepada guru honorer dan guru swasta sebesar Rp 450 ribu/bulan.

Selama ini mereka mendapat honor dari lembaganya sekitar Rp 200-400 ribu/bulan.

Sejumlah sekolah juga mengalami kerusakan sebagai dampak bencana angin puting beliung beberapa waktu lalu.

BACA JUGA :

SD Negeri Bener 01 di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menyediakan layanan mobil antar pulang bagi siswa menggunakan bekas angkot yang dibeli dari hasil patungan guru. Program yang mulai berjalan sejak Juni 2026 ini bertujuan membantu orang tua yang kesulitan menjemput anak sekaligus meningkatkan keselamatan siswa karena lokasi sekolah berada di tepi Jalan Raya Semarang–Solo yang padat lalu lintas.
Gani, Guru Olah Raga SD Bener Tengaran, Pagi Mengajar Siang antar Siswa Pulang
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Sekolah Rakyat permanen pertama di Jawa Tengah yang berada di Kabupaten Sukoharjo ditargetkan mulai membuka kegiatan belajar mengajar pada 14 Juli 2026 untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah berkapasitas 1.080 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA ini disiapkan pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak dari keluarga kurang mampu melalui fasilitas berasrama, kurikulum fleksibel, dan dukungan pemerintah pusat serta daerah.
Sekolah Rakyat Permanen Pertama di Jateng Siap Beroperasi, Tampung 1.080 Siswa
Razita Azzalea, siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga, meraih medali pada kompetisi Bahasa Inggris Level 2 dalam Grand Final Nasional OMNAS 15 yang digelar di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Jawa Timur. Prestasi tersebut diraih setelah melewati seleksi berjenjang dari tingkat kota hingga provinsi, sekaligus mengharumkan nama sekolah dan Kota Salatiga di ajang akademik tingkat nasional berkat ketekunan belajar, bimbingan guru, serta dukungan keluarga.
Razita Azzalea, Raih Medali di Grand Final Nasional OMNAS 15 di Kampus UNESA

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

DPC PPP Kabupaten Semarang mulai menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan memperkuat konsolidasi organisasi dan menyasar generasi milenial serta pemilih pemula. Hal itu disampaikan Sekretaris DPC PPP Kabupaten Semarang Zaenudin di Ungaran, Kamis (16/7/2026), usai kepengurusan baru periode 2026–2031 menerima SK DPP. Langkah tersebut dilakukan melalui pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa serta peningkatan pendidikan politik bagi kader muda.
PPP Kabupaten Semarang Bidik Pemuda dan Pemilih Pemula Hadapi Pemilu 2029
Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Senin, 13 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 06.00 WIB menunjukkan suhu udara di Semarang mencapai 25,4 derajat Celsius dengan kelembapan 65 persen, sementara cuaca kering masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
13 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah, BMKG Minta Waspadai Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Tengah