URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
"Alhamdulillah kali ini kita dapat melaksanakan prosesi wisuda dengan lancar walaupun belum seutuhnya luring. Semoga dengan menurunnya level PPKM, kita bisa menggelar wisuda luring pada periode wisuda mendatang," ujar Rektor IAIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Rektor IAIN Salatiga Meminta Wisudawan Optimalkan Ilmu dan Kinerja

Rektor IAIN Salatiga Meminta Wisudawan Optimalkan Ilmu dan Kinerja

Rektor IAIN Salatiga Meminta Wisudawan Optimalkan Ilmu dan Kinerja

featured-img

Hal itu disampaikan oleh Rektor Institut Agama Islam Negeri Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag. kepada wisudawan agar mereka mengoptimalkan ilmu yang didapat sehingga kinerja semakin prima. Pesan tersebut disampaikan Rektor dalam Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Ke-15 IAIN Salatiga yang dilaksanakan dengan metode blended event pada Sabtu (20/11).

Dengan Metode tersebut memungkinkan sebagian wisudawan hadir secara langsung dalam prosesi wisuda yang dilaksanakan di gedung Auditorium dan Student Center, Kampus III IAIN Salatiga.Kegiatan itu dihadiri oleh 27 wisudawan berprestasi akademik dan 39 wisudawan berprestasi non-akademik dari masing-masing fakultas serta 40 orang tamu undangan yang terdiri dari kepala program studi, kepala bagian, dan kepala UPT di lingkungan IAIN Salatiga.

“Alhamdulillah kali ini kita dapat melaksanakan prosesi wisuda dengan lancar walaupun belum seutuhnya luring. Semoga dengan menurunnya level PPKM, kita bisa menggelar wisuda luring pada periode wisuda mendatang,” ujar Rektor IAIN Salatiga.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Zakiyuddin Baidhawy meminta para peserta wisuda untuk lebih legowo dalam menghadapi pandemi, “Ingatlah apa yang difirmankan oleh Allah SWT, bahwasanya ada kemudahan dalam setiap kesulitan. Masa pandemi yang susah kita lewati ini sejatinya membawa dampak positif. Dengan adanya keterbatasan yang ada selama pandemi, kita dituntut untuk memunculkan berbagai inovasi. Inovasi tersebutlah yang mendorong kita untuk maju.”

Menurutnya selama pandemi, banyak inovasi yang diciptakan oleh sivitas akademika IAIN Salatiga seperti Konsultasi Fiqh oleh Mahasiswa, Pojok Pajak, Lembaga Bantuan Hukum Islam, TaryaEdu, dan inovasi lainnya yang bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat umum, “Inovasi inilah yang dapat mendorong dan membantu IAIN Salatiga untuk menaikkan predikat satuan kerja Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.”

Pihaknya menyampaikan progress alih status IAIN Salatiga menjadi universitas. “Proposal alih status kita sudah sampai di Kemenpan-RB. Semoga proses selanjutnya dapat dilewati dengan lancar. Selain itu, IAIN Salatiga juga sedang berproses menjadi satuan kerja Badan Layanan Umum/BLU. Dengan berubahnya IAIN Salatiga menjadi BLU diharapkan dapat meningkatkan pelayanan publik,” tambahnya.

Dalam laporan yang diberikan Ketua panitya ada sebanyak 870 mahasiswa yang diwisuda dengan rincian 31 orang wisudawan program pascasarjana strata dua dan 839 orang wisudawan program sarjana strata satu. “Pada wisuda kali ini, fakultas dengan wisudawan terbanyak adalah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan yang meluluskan 398 wisudawan termasuk enam orang dari program Kelas Khusus Internasional. Sedangkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam meluluskan 205 wisudawan, Fakultas Dakwah meluluskan 104 wisudawan, Fakultas Syariah meluluskan 70 wisudawan, serta ada 68 wisudawan dari Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora,” lanjutnya.

BACA JUGA :

Polwan Polres Salatiga menggelar bakti sosial dan bakti kesehatan di Panti Asuhan Bakti Luhur, Tegalrejo, Argomulyo, Jumat (21/9/2026), untuk menyambut Hari Jadi Polwan ke-78. Kegiatan diisi penyerahan kebutuhan pokok dan pemeriksaan kesehatan bagi penghuni panti sebagai bentuk kepedulian sekaligus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.
Peduli Sesama, Polwan Polres Salatiga Gelar Baksos hingga Gendong Bayi
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.
Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon