URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kecelakaan tunggal terjadi di turunan Bawen, Kabupaten Semarang. Sebuah truk bermuatan pasir mengalami disfungsi rem dan menabrak ruko vulkanisir ban sebelum terguling. Pengemudi truk mengalami luka parah dan meninggal dunia. Kondisi lalu lintas terkena dampak, namun telah diatasi oleh petugas lalu lintas.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Rem Blong, Truk Muat Pasir Tabrak Vulkanisir Ban di Bawen, Sopir Meninggal Dunia

Rem Blong, Truk Muat Pasir Tabrak Vulkanisir Ban di Bawen, Sopir Meninggal Dunia

Rem Blong, Truk Muat Pasir Tabrak Vulkanisir Ban di Bawen, Sopir Meninggal Dunia

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Kecelakaan tunggal terjadi di turunan Bawen, tepatnya di Jalan Soekarno- Hatta, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Kamis (13/7/2023). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.40 WIB itu dialami sebuah truk bermuatan pasir dengan pelat L9149Y yang melaju dari arah Bawen menuju Semarang.

Salah seorang saksi, Roni (62) mengatakan saat peristiwa itu terjadi ia sedang berada di bengkel tambal ban miliknya yang berada 200 meter sebelum lokasi kejadian.

“Saya melihat truk dari arah atas (Bawen) sudah berjalan oleng, kemudian tidak berapa lama truk tersebut sudah turun ke arah lokasi kejadian dan menabrak vulkanisir ban,” ujarnya.

Sementara Kasat Lantas Polres Semarang AKP Dwi Himawan Chandra mengatakan, truk yang dikemudikan oleh Muhammad Makfur (35), warga Kabupaten Demak itu mengalami disfungsi rem saat berjalan turun di lokasi kejadian.

“Setelah mengetahui rem truk tersebut tidak berfungsi, pengemudi membanting truk ke sebelah kiri dan menabrak ruko tempat vulkanisir ban sebelum akhirnya terguling,” jelasnya.

Beruntung saat kejadian, kondisi ruko tidak ramai sebab belum ada aktivitas. Akan tetapi, pengemudi truk mengalami luka cukup parah dan meninggal dunia.

“Posisi korban sempat tergencet sebelum akhirnya berhasil dikeluarkan, tapi nyawanya tidak tertolong,” bebernya.

Peristiwa itu mengakibatkan arus lalu lintas dari arah Bawen menuju Semarang tersendat cukup panjang. Sehingga personel Lalu Lintas melakukan upaya pengaturan untuk mengurai ketersendatan. Sedangkan untuk evakuasi, dikerahkan 2 unit mobil derek.

Himawan mengimbau kepada pengguna jalan yang melintas untuk tetap berhati-hati dan senantiasa melakukan pengecekan kelayakan kendaraan yang digunakan.

“Hal ini penting untuk memastikan keselamatan diri dan orang lain, terutama kendaraan bermuatan berat,” tandas Himawan. (win)

BACA JUGA :

Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Muhammad Rivai, warga Cebongan, Salatiga, melaporkan penanganan perkara dugaan penipuan dan/atau penggelapan mobil Nissan Grand Livina ke Itwasda Polda Jateng pada Kamis (3/9/2026). Langkah itu dilakukan setelah terdakwa AG divonis 1 tahun 8 bulan, sementara kendaraan milik Rivai senilai sekitar Rp150 juta belum diketahui keberadaannya.
Livina Hilang, Setelah Ketemu tak ada Kejelasan , Korban Melapor ke Itwasda Polda
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved