[audio_player]
[posts_like_dislike]
Program Doktor Manajemen FEB UKSW meluluskan Doktor ke-100 atas nama Dr. Renny Hermawati di Salatiga, baru-baru ini. Melalui disertasi tentang ketahanan karier awak kapal wanita Indonesia, Renny meneliti faktor individu, organisasi, dan budaya yang memengaruhi keputusan bertahan atau meninggalkan profesi, menggunakan studi kasus kualitatif.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Renny Hermawati, Resmi Raih Doktor ke-100 FEB UKSW

Renny Hermawati, Resmi Raih Doktor ke-100 FEB UKSW

Renny Hermawati, Resmi Raih Doktor ke-100 FEB UKSW

Dr. Renny Hermawati

Foto dok IST

Dr. Renny Hermawati

RASIKAFM.COM-| SALATIGA – Program Studi Doktor Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali melahirkan seorang Doktor Manajemen dalam kegiatan Yudisium yang diselenggarakan di Ruang Rapat Fakultas, baru-baru ini. Dr. Renny Hermawati S.ST., MM., resmi menyandang gelar Doktor Manajemen yang ke-100 setelah berhasil mempertahankan disertasi yang berjudul “Bertahan atau Meninggalkan? Eksplorasi Ketahanan Karier Awak Kapal Wanita Indonesia”.

Melalui disertasinya, Renny menyuarakan dinamika kehidupan karier awak kapal wanita dengan menelusuri faktor-faktor yang melatarbelakangi keputusannya bertahan mengarungi samudra atau melepaskan profesi tersebut dan turut mengkaji perkembangan karier maupun kesejahteraan hidup dari pilihan tersebut. Karya ini dipersembahkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan bidang manajemen sumber daya manusia maritim yang dapat mendukung kesetaraan dan ketahanan karier wanita dalam industri maritim.

Renny menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam kepada lima orang awak kapal wanita yang bertahan dan masih aktif berlayar serta tujuh orang awak kapal wanita yang telah meninggalkan profesi tersebut dan beralih ke pekerjaan lain.

Hasil penelitian ini menyoroti bahwa tidak hanya karena alasan individual, namun ada faktor lain, seperti faktor organisasi, karakteristik pekerjaan, serta budaya yang mempengaruhi keputusan awak kapal wanita untuk bertahan ataupun meninggalkan profesi ini.

“Keputusan bertahannya awak kapal wanita ditopang oleh kombinasi faktor individual, faktor organisasional, dan faktor pekerjaan. Sebaliknya, keputusan untuk meninggalkan pekerjaan dipicu oleh akumulasi tekanan personal, pekerjaan, organisasi, serta budaya yang pada titik tertentu, akhirnya, membuat keputusan untuk tetap bertahan dalam pekerjaan menjadi sulit bagi mereka. Mereka merasa bahwa keputusan untuk bekerja dalam profesi tersebut tidak lagi selaras dengan nilai-nilai kehidupan mereka,” ungkap Dr. Renny dalam orasi ilmiahnya.

Peluang pengembangan karier awak kapal wanita yang bertahan juga berbeda dengan awak kapal wanita yang meninggalkan profesi ini. Kesejahteraan hidup pun dimaknai secara berbeda antara awak kapal wanita yang mempertahankan profesinya dengan awak kapal wanita yang mengakhiri profesinya.

“Awak kapal wanita yang bertahan memandang karier pelayaran sebagai jalur jangka panjang, sedangkan bagi mereka yang meninggalkan memaknai profesi awak kapal wanita sebagai fase yang telah berlalu dan menjadi modal berharga untuk perjalanan karier mereka ke depan. Hal tersebut menunjukkan bahwa keputusan meninggalkan pekerjaan tidak selalu dimaknai sebagai bentuk kegagalan namun justru menjadi langkah untuk tetap berkontribusi dalam dunia maritim melalui jalur yang berbeda,” jelasnya.

BACA JUGA :

Tim Legacy R2C dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih Juara 1 kategori Search and Rescue Robot (SAR) dalam kompetisi UNLIMITED 2026 yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro di Semarang. Mereka mengembangkan ALCEO, robot berkaki enam yang mampu bernavigasi secara otonom, melewati berbagai rintangan, dan menjalankan misi penyelamatan di arena menantang.
Sukses Kembangkan Robot SAR, Mahasiswa UKSW Raih Juara 1 UNLIMITED 2026
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Muat Lebih

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
[pekok2]