URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
SMAN 1 Tengaran kabupaten Semarang menciptakan Inovasi alat penumbuk serba guna, sekaligus memberi solusi atas persoalan yang dihadapi di masa pandemi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Anggota Pramuka SMAN 1 Tengaran Ciptakan Alat Penumbuk Serba Guna

Anggota Pramuka SMAN 1 Tengaran Ciptakan Alat Penumbuk Serba Guna

Anggota Pramuka SMAN 1 Tengaran Ciptakan Alat Penumbuk Serba Guna

featured-img

RASIKAFM – Ada yang patut diapresiasi dari adik adik Pramuka SMAN 1 Tengaran kabupaten Semarang. Ditengah pandemi seperti sekarang mereka menciptakan Inovasi sekaligus memberi solusi atas persoalan yang dihadapi di masa pandemi seperti saat ini. Terutama bagi bakul jamu tradisional disekitar sekolah

awalnya pada medio Oktober 2021, Pramuka SMAN 1 Tengaran ciptakan karya inovasi dalam bentuk teknologi tepat guna. Adapun karya teknologi tepat guna yang diciptakanya berupa alat penumbuk serba guna.

“Penciptaan alat penumbuk serba guna diilhami dengan upaya masyarakat dalam menjaga imun di saat pandemi Covid-19,”kata Diarti, S.Sn., Kagudep Putri SMAN 1 Tengaran kepada wartawan, Rabu (27/10/2021).

Diungkapkan Diarti, banyak upaya yang dilakukan masyarakat dalam menjaga imunitas tubuh, salah satunya dengan mengonsumsi minuman herbal yang sering disebut dengan jamu.

“Membuat jamu termasuk mudah-mudah sulit. Mudah bagi yang sudah paham dan terbiasa, tetapi sulit bagi yang belum terbiasa dengan cara pembuatannya, lebih-lebih menggunakan cara manual yaitu ditumbuk dengan menggunakan alu dan lumpang yang digerakan dengan tangan,”tuturnya.

Diarti, Icha Wulandari Saat berikan keterangan media Saat berikan keterangan media dan alat penumbuk yang viral (Video: Arif Rasika FM)

Hal ini juga terinspirasi dengan meningkatnya konsumsi jamu dan mulai bermunculan produsen jamu, maka Pramuka SMAN 1 Tengaran menciptakan alat penumbuk serba guna untuk mempermudah dalam pembuatan jamu.

“Alat penumbuk serba guna diciptakan oleh tim yang terdiri dari tiga peserta festival dari Dewan Ambalan dan dua Pembina Pramuka Gugusdepan SMAN 1 Tengaran,”bebernya.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2Lanjut »

BACA JUGA :

Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga