URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Satgas Pangan memastikan pendistribusian bahan pokok di Jawa Tengah aman. Hal tersebut disampaikan oleh Wadirreskrimsus Polda Jateng, AKBP Himawan Sutanto Saragih mewakili Kasatgas Pangan Polda Jateng sekaligus Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Dwi Subagyo saat memantau distribusi bahan pokok di Kawasan Peti Kemas PT Pelindo Semarang, Kamis (22/12/2022).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Satgas Pangan Pastikan Distribusi Bahan Pokok Saat Nataru di Jateng Aman

Satgas Pangan Pastikan Distribusi Bahan Pokok Saat Nataru di Jateng Aman

Satgas Pangan Pastikan Distribusi Bahan Pokok Saat Nataru di Jateng Aman

featured-img

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Satgas Pangan memastikan pendistribusian bahan pokok di Jawa Tengah aman. Hal tersebut disampaikan oleh Wadirreskrimsus Polda Jateng, AKBP Himawan Sutanto Saragih mewakili Kasatgas Pangan Polda Jateng sekaligus Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Dwi Subagyo saat memantau distribusi bahan pokok di Kawasan Peti Kemas PT Pelindo Semarang, Kamis (22/12/2022).

“Kita bekerja sama denga Disperindag dan Bea Cukai tentunya kegiatan ini merupakan kegiatan menjelang Nataru dimana tentunya kita memantau pendistribusian bahan pokok karena bahan pokok kita tahu sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar AKBP Himawan kepada awak media.

Dirinya menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan pada pendistribusian bahan pokok di Jawa Tengah. Hal ini dilakukan agar harapan masyarakat terkait kesediaan bahan pokok bisa terpenuhi.

“Kami juga menghinbau kepada pelaku usaha bahwa kegiatan semacam ini jangan ditakutkan malah justru didukung manakala apabila stok bahan pokok terlambat maka dari sini bisa disampaikan ke pihak terkait terutama dari pihak yang terlibat dalam hal ini mungkin ke Satgas Pangan atau ke Bea Cukai atau ke Disperindag,” terangnya.

Disisi lain, Himawan menyebut akan menindak tegas oknum yang nekat bermain dalam masalah kebutuhan bahan pokok. Dirinya juga meminta kepada masyrakat untuk melapor manakala menemukan adanya oknum yang curang dalam pendistribusian bahan pokok.

“Manakala ada oknum yang bermain, kami akan dalami informasi tersebut dan kami akan bekerja sama dengan stakeholder. Sementara kami belum menemukan, masih aman di Jateng,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Jateng, Arif Sambodo menjelaskan sudah membuat skema terkait proses pendistribusian bahan pokok untuk masyarakat yanh aman dan tepat waktu. Pihaknya bersama Satgas Pangan juga akan turun ke lapangan manakala terjadi kendala terkait masalah bahan pokok.

“Mulai dari awal bagaiamana barang impor yang datang misalnya kacang dan juga tepung apakah kedatangan sampai proses sampai nanti diedarkan itu tepat waktu ternyata alhamdulilah dari Bea Cukai pemeriksaannya single submisison. Jadi tidak perlu satu kantor lagi ini mempercepat dalam kita mendistribusikan ke masyarakat,” imbuhnya.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon