URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang mencopot baliho bergambar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang bertuliskan “Harus Nurut”. Pencopotan baliho ini dilakukan karena tidak memiliki izin.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Satpol PP Semarang Copot Baliho Ganjar “Harus Nurut”

Satpol PP Semarang Copot Baliho Ganjar “Harus Nurut”

Satpol PP Semarang Copot Baliho Ganjar “Harus Nurut”

featured-img

SEMARANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang mencopot baliho bergambar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang bertuliskan “Harus Nurut”. Pencopotan baliho ini dilakukan karena tidak memiliki izin.

Petugas Satpol PP Semarang mencari baliho tersebut menaiki mobil pickup menyisir sejumlah titik di Kota Semarang. Lalu petugas menemukan baliho diantaranya di Jalan Erlangga, dan Jalan Gombel lama dan Baru. Petugas lalu menurunkan dan menyitanya.

Kepala Satpol PP Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, pencopotan baliho ini sesuai dengan Perda Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Pemasangan Reklame. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Satpol PP Provinsi Jawa Tengah terkait pencopotan tersebut.

“Kami sudah koordinasi dengan Satpol propinsi, kami sampaikan bahwa pemasangan MMT atau apapun selama tidak ada izinnya kami lepas karena dasar kami Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang reklame. Dan kebetulan memang pemasangan itu tidak atas izin Satpol PP sehingga kami lepas,” ujar Fajar kepada wartawan, Jumat (4/10).

Menurutnya, pencopotan baliho ini penting dilakukan untuk menjaga kondusifitas di kota ini. Selain itu, juga bertujuan menjaga keindahan dan kebersihan kota.

“Kami lepas karena kami ingin Semarang landai tidak ada masalah. Semarang tertib, bendera parpol selama tidak ada izin kesbangpol maka kita ambil,” tegas dia.

Meski baru menemukan 3 titik pemasangan baliho itu di Semarang, pihaknya akan terus melalukan penyisiran. “Nanti kalau ada lagi tolong kami diberi tahu nanti kita ambil. Memang tugas Satpol PP selalu melalukan penindakan reklame tidak berizin,” kata Fajar.

Untuk diketahui, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta baliho bergambar dirinya dicopot. Ia merasa tidak enak karena ada foto dirinya yang bisa merusak pemandangan.

“Nggak tahu yang buat siapa. Nanti kalau ngelek-ngeleki pemandangan ono rupaku, apalagi nggak izin, dicopot saja, lah. Nggak enak saya,” ujar Ganjar

Sebelumnya, beredar baliho bertuliskan “Petugas Partai Harus Nurut. Saya Sejutu.” terpasang di sejumlah titik di Kota Semarang. Baliho itu memajang foto Gubernur Jawa Tengah memakai baju partai dengan latar belakang bewarna merah serta lambang PDIP Perjuangan.

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved