KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Sempat Terhenti karena Dana Pusat, SPPG Ledok Salatiga Kembali Beroperasi

Sempat Terhenti karena Dana Pusat, SPPG Ledok Salatiga Kembali Beroperasi

Sempat Terhenti karena Dana Pusat, SPPG Ledok Salatiga Kembali Beroperasi

SPPG Ledok Argomulyo Salatiga kembali beroperasi setelah sempat terhenti akibat keterlambatan dana pusat. Dikelola SPPG Ledok, layanan pemenuhan gizi ini berlangsung di Salatiga sejak Senin (15/12/2025) untuk menjaga pemenuhan gizi siswa selama masa libur sekolah melalui distribusi MBG sesuai pedoman.
Foto Arief Rasika
Petugas di SPPG Ledok Tengah menata ompreng makanan yang tersusun rapi sebelum dimasukkan ke mobil pengangkut untuk didistribusikan ke sekolah.

RASIKAFM.COM |  SALATIGA – Setelah satu minggu terhenti, beroperasi mulai Senin (15.12.2025) sampai sabtu (20.12.2025) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ledok Argomulyo Kota Salatiga, Jawa Tengah kini Kembali beroperasi, setelah dana dari pusat turun.

Pantauan rasikafm.com, Senin (22.12.2025 sejumlah aktivitas di SPPG Ledok Kembali terlihat.  [custom-related-posts title=”Kabar terkait:” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Kepada wartawan Dani Ismail Putera Ibrahim SH., Kepala SPPG Ledok Argomulyo Salatiga mengatakan meski belum melayani siswa secara menyeluruh karena sedang liburan, akan tetapi mulai senin ini pihaknya melayani 611 penerima manfaat di 2 lokasi berbeda, yakni SMK Bhakti Nusantara dan MA Plus Sunan Giri.

Sejumlah pekerja tampak menyiapkan menu makanan ke dalam food tray yang tersusun rapi sebelum dimasukkan ke mobil pengangkut untuk didistribusikan ke sekolah.

Dani menambahkan bahwa dalam kondisi normal SPPG Ledok melayani distribusi MBG untuk 3.907 siswa yang tersebar di 24 sekolah. Namun, selama libur sekolah, jumlah penerima mencapai 611 paket MBG yang didistribusikan untuk siswa di kedua sekolah itu.

“Pada musim liburan ini kami sudah mengirimkan survei. Ternyata ada dua sekolah yang tetap menginginkan pengiriman MBG, sehingga hari ini langsung kami penuhi,” ujar Dani.

Selama masa tidak beroperasi, pihak SPPG Ledok memanfaatkan waktu untuk melakukan general cleaning. “Semua peralatan kami bersihkan secara besar-besaran. Para pekerja juga tetap masuk untuk memenuhi jam kerja,” kata Dani.

Dirinya menambahkan menu MBG yang didistribusikan disesuaikan dengan pedoman yang telah ditetapkan. Menu basah disajikan pada hari Senin dan Kamis, sementara menu kering diberikan pada Selasa, Rabu, Jumat, dan Sabtu. Menu kering tersebut wajib mengandung unsur karbohidrat, protein hewani dan nabati, susu, serta buah.

Untuk menu kering, siswa menerima paket berisi telur, roti, buah, dan susu. Penyesuaian menu ini dilakukan agar kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi meski berada di masa libur sekolah.

Fina Fitrina, penggelola MBG SMK Bhakti Nusantara mengaku senang karena mulai senin ini sekolahnya kembali menerima MBG, padahal sudah memasuki masa liburan. “Kemarin sekolah melakukan pendataan kepada siswa dan orang tua, ternyata mereka menghendaki program MBG tetap berjalan, apalagi selama liburan siswa ada kegiatan menyelesaikan tugas sekolah dan kegiatan lain”, ujarnya.

Menurut Fina MBG dari SPPG Ledok diberikan terhadap 442 siswa, orang tua juga senang Karena uang saku anaknya bisa dikurangi setelah mendapat MBG.

Sekolah berharap dengan kembali beroperasinya SPPG Ledok, distribusi MBG diharapkan dapat terus berjalan sesuai ketentuan, sekaligus mendukung pemenuhan gizi siswa di Kota Salatiga.

Seperti diberitakan sebelumnya, Empat SPPG di Salatiga yaitu SPPG Dukuh, Kecamatan Sidomukti; SPPG Ledok, Kecamatan Argomulyo; SPPG Kecandran, Kecamatan Sidomukti; serta SPPG Turusan Kidul, Kecamatan Sidorejo, Berhenti melayani ribuan penerima manfaat.

Penghentian dilakukan akibat keterlambatan pencairan dana operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat.

Ketua Satgas MBG Kota Salatiga, Nina Agustin, menyampaikan bahwa penghentian operasional SPPG tidak hanya terjadi di Salatiga, tetapi juga di sejumlah daerah lain di Jawa Tengah. Penyebab utamanya adalah belum adanya pembayaran dana operasional dari pemerintah pusat.

“SPPG yang sementara tidak dapat beroperasi karena belum ada pembayaran. Memang dari pusat ada sistem yang harus dibenahi dulu,” kata Nina rabu (17/12/2025).

Sementara itu hingga Senin (25/12/2025) SPPG Turusan Kidul, Kecamatan Sidorejo masih belum beroperasi.

– Dani Ismail Putera Ibrahim, Kepala SPPG Ledok
– Fina Fitrina, penggelola MBG SMK Bhakti Nusantara
– Petugas di SPPG Ledok Tengah menata ompreng

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]