URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
SPPG Ledok Argomulyo Salatiga kembali beroperasi setelah sempat terhenti akibat keterlambatan dana pusat. Dikelola SPPG Ledok, layanan pemenuhan gizi ini berlangsung di Salatiga sejak Senin (15/12/2025) untuk menjaga pemenuhan gizi siswa selama masa libur sekolah melalui distribusi MBG sesuai pedoman.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sempat Terhenti karena Dana Pusat, SPPG Ledok Salatiga Kembali Beroperasi

Sempat Terhenti karena Dana Pusat, SPPG Ledok Salatiga Kembali Beroperasi

Sempat Terhenti karena Dana Pusat, SPPG Ledok Salatiga Kembali Beroperasi

SPPG Ledok Argomulyo Salatiga kembali beroperasi setelah sempat terhenti akibat keterlambatan dana pusat. Dikelola SPPG Ledok, layanan pemenuhan gizi ini berlangsung di Salatiga sejak Senin (15/12/2025) untuk menjaga pemenuhan gizi siswa selama masa libur sekolah melalui distribusi MBG sesuai pedoman.
Foto Arief Rasika
Petugas di SPPG Ledok Tengah menata ompreng makanan yang tersusun rapi sebelum dimasukkan ke mobil pengangkut untuk didistribusikan ke sekolah.
featured-img

RASIKAFM.COM |  SALATIGA – Setelah satu minggu terhenti, beroperasi mulai Senin (15.12.2025) sampai sabtu (20.12.2025) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ledok Argomulyo Kota Salatiga, Jawa Tengah kini Kembali beroperasi, setelah dana dari pusat turun.

Pantauan rasikafm.com, Senin (22.12.2025 sejumlah aktivitas di SPPG Ledok Kembali terlihat.  [custom-related-posts title=”Kabar terkait:” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Kepada wartawan Dani Ismail Putera Ibrahim SH., Kepala SPPG Ledok Argomulyo Salatiga mengatakan meski belum melayani siswa secara menyeluruh karena sedang liburan, akan tetapi mulai senin ini pihaknya melayani 611 penerima manfaat di 2 lokasi berbeda, yakni SMK Bhakti Nusantara dan MA Plus Sunan Giri.

Sejumlah pekerja tampak menyiapkan menu makanan ke dalam food tray yang tersusun rapi sebelum dimasukkan ke mobil pengangkut untuk didistribusikan ke sekolah.

Dani menambahkan bahwa dalam kondisi normal SPPG Ledok melayani distribusi MBG untuk 3.907 siswa yang tersebar di 24 sekolah. Namun, selama libur sekolah, jumlah penerima mencapai 611 paket MBG yang didistribusikan untuk siswa di kedua sekolah itu.

“Pada musim liburan ini kami sudah mengirimkan survei. Ternyata ada dua sekolah yang tetap menginginkan pengiriman MBG, sehingga hari ini langsung kami penuhi,” ujar Dani.

Selama masa tidak beroperasi, pihak SPPG Ledok memanfaatkan waktu untuk melakukan general cleaning. “Semua peralatan kami bersihkan secara besar-besaran. Para pekerja juga tetap masuk untuk memenuhi jam kerja,” kata Dani.

Dirinya menambahkan menu MBG yang didistribusikan disesuaikan dengan pedoman yang telah ditetapkan. Menu basah disajikan pada hari Senin dan Kamis, sementara menu kering diberikan pada Selasa, Rabu, Jumat, dan Sabtu. Menu kering tersebut wajib mengandung unsur karbohidrat, protein hewani dan nabati, susu, serta buah.

Untuk menu kering, siswa menerima paket berisi telur, roti, buah, dan susu. Penyesuaian menu ini dilakukan agar kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi meski berada di masa libur sekolah.

Fina Fitrina, penggelola MBG SMK Bhakti Nusantara mengaku senang karena mulai senin ini sekolahnya kembali menerima MBG, padahal sudah memasuki masa liburan. “Kemarin sekolah melakukan pendataan kepada siswa dan orang tua, ternyata mereka menghendaki program MBG tetap berjalan, apalagi selama liburan siswa ada kegiatan menyelesaikan tugas sekolah dan kegiatan lain”, ujarnya.

Menurut Fina MBG dari SPPG Ledok diberikan terhadap 442 siswa, orang tua juga senang Karena uang saku anaknya bisa dikurangi setelah mendapat MBG.

Sekolah berharap dengan kembali beroperasinya SPPG Ledok, distribusi MBG diharapkan dapat terus berjalan sesuai ketentuan, sekaligus mendukung pemenuhan gizi siswa di Kota Salatiga.

Seperti diberitakan sebelumnya, Empat SPPG di Salatiga yaitu SPPG Dukuh, Kecamatan Sidomukti; SPPG Ledok, Kecamatan Argomulyo; SPPG Kecandran, Kecamatan Sidomukti; serta SPPG Turusan Kidul, Kecamatan Sidorejo, Berhenti melayani ribuan penerima manfaat.

Penghentian dilakukan akibat keterlambatan pencairan dana operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat.

Ketua Satgas MBG Kota Salatiga, Nina Agustin, menyampaikan bahwa penghentian operasional SPPG tidak hanya terjadi di Salatiga, tetapi juga di sejumlah daerah lain di Jawa Tengah. Penyebab utamanya adalah belum adanya pembayaran dana operasional dari pemerintah pusat.

“SPPG yang sementara tidak dapat beroperasi karena belum ada pembayaran. Memang dari pusat ada sistem yang harus dibenahi dulu,” kata Nina rabu (17/12/2025).

Sementara itu hingga Senin (25/12/2025) SPPG Turusan Kidul, Kecamatan Sidorejo masih belum beroperasi.

– Dani Ismail Putera Ibrahim, Kepala SPPG Ledok
– Fina Fitrina, penggelola MBG SMK Bhakti Nusantara
– Petugas di SPPG Ledok Tengah menata ompreng

BACA JUGA :

Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved