KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Sensasi Makan Santai, Coffe Ndeso Tawarkan Nuansa Tempo Dulu

Sensasi Makan Santai, Coffe Ndeso Tawarkan Nuansa Tempo Dulu

Sensasi Makan Santai, Coffe Ndeso Tawarkan Nuansa Tempo Dulu

Coffe Ndeso di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Tengaran, Kab. Semarang, ramai diperbincangkan warga pada Sabtu (20/9/2025). Warung milik Mbak Layin ini menghadirkan nuansa tempo dulu dengan masakan dapur nenek, harga terjangkau, dan suasana pedesaan yang bikin pengunjung merasa pulang ke rumah neneknya.
Foto Arief Rasika
Mbak Layin saat sajikan menu khas Coffe Ndeso kepada Pelanggan

RASIKAFM.COM | TENGARAN – Dalam sepekan ini Nama Coffe Ndeso yang berlokasi di Dusun Cabean Kulon RT 27 RW 05, Desa Karangduren. Kecamatan Tengaran kabupaten Semarang sedang jadi buah bibir. Bahkan saat kita cek pemberitaan di medsos warung ini tengah naik daun.

Dari luar, bangunannya tampak sederhana. Namun, siapa sangka, begitu masuk, pengunjung langsung disambut suasana bersih, nyaman, lengkap dengan wifi gratis. Bukan sekadar warung kopi, Coffe Ndeso hadir menawarkan nuansa tempo dulu.

“Menurut saya sangat pas untuk segmentasi pasar menengah ke bawah maupun menengah ke atas. Selain itu suasana desa didukung dengan rumah tua. Jadi harapan saya para tamu yang datang berasa seperti ke rumah neneknya dengan nuansa tempo dulu,” ujar Layina Ismawati atau akrab disapa Mbak Layin, pemilik Coffe Ndeso, saat ditemui rasikafm.com, Sabtu pagi (20/9/2025).

Konsep yang ditawarkan Mbak Layin adalah kuliner pedesaan dengan sentuhan dapur nenek. Masakan rumahan berbumbu sederhana, disajikan hangat dan penuh cita rasa. Ayam goreng kampung, bebek goreng, dan ayam bakar jadi menu andalan. Paketannya pun lengkap, ada sayur asem, lodeh, sop, hingga gudangan dengan tempe-tahu bacem dan kerupuk.

“Jadi tidak hanya ayam bakar. Kita bikin paket ada sayur kuahnya. Untuk harga, sangat terjangkau. Paket ayam bakar Rp30 ribu. Kalau mau paket snack, tiga macam rebusan plus teh hangat manis hanya Rp 10 ribu. Jadi dengan Rp40 ribu, sudah bisa makan kenyang dan komplit,” terang Mbak Layin.

Tak hanya makan, pengunjung juga bisa menikmati suasana dapur, bahkan menyaksikan langsung Mbak Layin memasak. “Rata-rata tamu dari kota. Mereka suka dengan suasana desa yang tenang. Bisa sekadar ngopi di belakang rumah atau nungguin saya di dapur,” tambahnya.

Tempat ini juga sering dijadikan lokasi acara. Ruangannya mampu menampung hingga 85 orang, lengkap dengan tempat sholat.

Salah satu pengunjung, Waluyo (62) mengaku datang karena rindu suasana rumah nenek. “Di tempat mbah Uti itu suasananya seperti ini. Karena sekarang saya tinggal di perumahan modern, jadi kalau kangen suasana pedesaan seperti ini ya ke sini. Saya paling suka ayam goreng dan sambalnya. Sambal tomatnya itu luar biasa, susah bikin yang sama,” ucap Waluyo mantan Kepala SMP 2 Tengaran ini.

Coffe Ndeso memang bukan sekadar warung makan. Ia hadir sebagai ruang nostalgia tempat di mana aroma ayam goreng dan sambal pedas bisa memanggil kembali kenangan masa kecil di dapur nenek. (Rief)

– Mbak layin saat diwawancarai Wartawan
– Waluyo pelanggan setia Coffe Ndeso

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
[pekok2]