KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Seorang Anak Ditemukan Tak Bernyawa di Hotel Neo Semarang, Polisi: Diduga Dibunuh Ibu Kandungnya

Seorang Anak Ditemukan Tak Bernyawa di Hotel Neo Semarang, Polisi: Diduga Dibunuh Ibu Kandungnya

Seorang Anak Ditemukan Tak Bernyawa di Hotel Neo Semarang, Polisi: Diduga Dibunuh Ibu Kandungnya

SEMARANG – Seorang anak berusia empat tahun ditemukan tak bernyawa di kamar nomor 229, Hotel Neo Jalan S Parman No.56, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Gajahmungkur Semarang pada Selasa (10/5/2022) sekira pukul 18.00 WIB.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Lombantoruan menyebut, korban yang berjenis kelamin perempuan itu diduga dibunuh oleh ibu kandungnya sendiri dimana pada saat ditemukan sedang berdua saat berada di dalam kamar.

“Diduga dibunuh ibu kandungnya berinisial RH warga Banyumanik kelahiran tahun 88 (34 tahun),” ujar Donny di lokasi kejadian.

Ia menambahkan, saat ini ibu korban juga sudah ditetapkan sebagai tersangka namun belum bisa dilakukan pemeriksaan lantaran sekarang masih dalam perawatan di Rumah Sakit Elizabeth akibat mengalami trauma usai diduga membunuh buah hatinya sendiri.

“Tersangka saat ini sudah diamankan namun masih dalam proses menenangkan diri karena pada saat ini masih terlihat trauma di Rumah Sakit Elizabeth,” paparnya.

Lebih lanjut, Donny menjelaskan awal mula kejadian dugaan pembunuhan ini diketahui pada saat pihak security dan staff hotel melakukan pemeriksaan di kamar korban pada pukul 18.00 WIB. Pemeriksaan itu terpaksa dilakukan lantaran ibu korban yang awalnya pada pukul 16.00 WIB akan melakukan extend atau tambahan jam menyewa kamar tiba-tiba tak ada kabar.

Karena curiga dan menaruh khawatir, lalu pegawai hotel tersebut terpaksa harus membuka kamar tempat korban menetap menggunakan kunci utama milik hotel. Setelah berhasil masuk, para staff itu melihat korban atau anak kandung tersangka dalam keadaan berbaring diatas kasur dengan posisi bersebelahan dengan ibu korban yang terlihat sudah lemas.

Para staff yang khawatir melihat kondisi keduanya apalagi keadaan anak berusia 4 tahun itu, kemudian melaporkan ke pihak berwajib agar segera ditangani.

“Diduga anak itu sudah meninggal dan RH saat ditemukan di lehernya terdapat leher yang terjerat handuk,” ucapnya.

Disisi lain, Donny mengaku tak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh anak tersangka yang diduga dibunuh itu. Saat ini, kepolisian tengah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan penyelidikan di lokasi kejadian untuk mencari penyebab pasti meninggalnya korban.

“Kami masih terus menyelidiki dan memeriksa saksi-saksi. Kami juga sedang melakukan olah tempat kejadian perkara, ” imbuh Donny.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]