URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
SIGUREM, Singkong Gurih Asal Rembes Salatiga Yang Kini Mulai Viral, Winarni “Kami Mengolahnya Tidak Lebih dari 5 Jam Usai Singkong Dipanen, Sehingga Rasanya Enak dan Empuk”

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sigurem Singkong Gurih Asal Rembes Yang Kini Viral

Sigurem Singkong Gurih Asal Rembes Yang Kini Viral

Sigurem Singkong Gurih Asal Rembes Yang Kini Viral

featured-img

Sementara itu untuk mendapatkan rasa yang khas dan hasil singkongnya yang enak serta “pulen” ternyata Winarni mempunyai Resep tersendiri, terutama dalam hal memilih bahan bakunya.

“Memilih singkong memang tidak mudah, karena bisa mempengaruhi kualitas, Kalau tidak beruntung, singkong bisa terasa pahit, atau keras sehingga sulit diolah” kata Surya suami Winarni menambahkan.

Menurut Winarni untuk mendapatkan singkong dengan kualitas yang baik tidak mudah, pembuat harus kenal betul asal singkong dan umur tanam “Saat ini saya dan suami bekerjasama dengan para petani singkong dari Rembes dan sekitarnya untuk mendapatkan bahan baku yang berkwalitas” ungkap wisudawan terbaik Sarjana Teknologi Hasil Pertanian Universitas Semarang ini.

Winarni sendiri saat ini tengah mengembangkan sayap dengan membuka beberapa outlet dan mengandeng ojek on line di kabaputen Semarang dan kota Salatiga, menginggat wilayah Rembes berada di tengah tengahnya.

Sementara itu kelezatan Sigurem ternyata sudah banyak dinikmati oleh warga Bringin dan sekitarnya, termasuk salah satunya adalah Danramil 04 Bringin Kapten Inf Agung Kartika. Dalam obrolan singkatnya di Koramil 04 Bringin belum lama ini, Agung Kartika mengaku sejak bulan lalu saat ia rapat di wilayah Bringin atau kecamatan, kerap menikmati suguhan Singkong asli Rembes ini

Kapten Agung Kartika saat memberikan Testimoni Sigurem

“Sebenarnya saya kerap makan singkong Sigurem ini, tapi tidak tahu kalo produknya asli Rembes, khan dalam mengajikan biasanya bungkusnya sudah dilepas” ungkap Agung.

Dilain pihak saat ini banyak warga wilayah USA yang suka mengkonsumsi makanan jenis singkong ini, karena ternyata berdasarkan penelitian bisa menurunkan tekanan darah dan baik untuk diet karena bisa menurunkan berat badan, selain itu singkong memang cocok dimakan sore hari sambil ngopi,

jadi………. bagi anda yang penasaran dengan Sigurem bisa langsung mencoba menikmatinya (team)

Halaman 2 dari 2
✓ Selesai Dibaca

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon