URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
SIGUREM, Singkong Gurih Asal Rembes Salatiga Yang Kini Mulai Viral, Winarni “Kami Mengolahnya Tidak Lebih dari 5 Jam Usai Singkong Dipanen, Sehingga Rasanya Enak dan Empuk”

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sigurem Singkong Gurih Asal Rembes Yang Kini Viral

Sigurem Singkong Gurih Asal Rembes Yang Kini Viral

Sigurem Singkong Gurih Asal Rembes Yang Kini Viral

featured-img

SIGUREM, Singkong Gurih Asal Rembes Salatiga Yang Kini Mulai Viral, Winarni “Kami Mengolahnya Tidak Lebih dari 5 Jam Usai Singkong Dipanen, Sehingga Rasanya Enak dan Empuk”

Sepintas membawa tulisan Sigurem nampak Terdengar unik, namun siapa sangka Sigurem merupakan kepanjangan dari Singkong Gurih Rembes, sebuah Makanan yang terbuat dari bahan utama singkong yang belakangan mulai Viral, bahkan sepintas rasanya mampu mengalahkan dari merk yang sudah ada dipasaran Salatiga saat ini.

Jika merunut dari Sejarah, Kehadiran Singkong, masuk ke Indonesia pertama melalui pulau Maluku dibawa oleh Portugis, Sementara di pulau Jawa, Singkong pertama kali diperkenalkan tahun 1852, kini siapa sangka olahan dari jenis makanan ini, kini muncul berbagai varian.

Bahkan kini Makanan dari Singkong dengan nama Sigurem merupakan salah satu produk unggulan UMKM di Desa Rembes Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang.

………..Adalah Sri Winarni, atau yang akrab disapa Bu Winarni, Sekretaris Desa Rembes yang berada dibalik lahirnya Sigurem.

Winarni dan Surya saat menunjukkan Sigurem kebanggaanya (Foto: Arief Rasika)

“Awalnya saya menciptakan Sigurem karena setiap kali ada pameran umkm atau sejenisnya,Desa Rembes belum ada makanan atau produk umkm dari pangan yang merupakan ciri khas Rembes, padahal didesa kami banyak bahan baku” terangnya kepada Rasika FM.

Winarni mengaku jika dari mengikuti pameran umkm itu, dia yang dibantu Surya, sang suami, iseng iseng mengembangkan Sigurem, yang dipasarkan melalui medsos dan beberapa kenalannya, tidak disangka animo mereka cukup bagus bahkan dalam waktu seminggu pesanan sudah mencaai ratusan bungkus.

“Satu plastik Sigurem cukup murah, untuk kemasan plastik beku atau yang belum digoreng saya bandrol dengan harga 8 ribu rupiah , Sedangkan yang sudah digoreng, dijual dalam kemasan besek seharga 15 ribu, pembeli Bisa memilih rasa original dengan topping keju, coklat atau coklat keju” ungkap Winarni sambil berpromosi.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2Lanjut »

BACA JUGA :

Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, menegaskan pengelolaan sampah di Kota Salatiga akan dilakukan secara bertahap dari hulu hingga hilir dengan mengedepankan edukasi pemilahan sampah sejak dari rumah. Kebijakan yang disampaikan tersebut menargetkan penuntasan penumpukan sampah dalam waktu sekitar dua tahun melalui pengolahan sampah organik di TPS 3R serta pemanfaatan sampah anorganik menjadi bahan baku bernilai ekonomi, didukung pendampingan kepada masyarakat dan penyusunan strategi bersama konsultan.
Atasi Masalah, Pemkot Gandeng Konsultan akan Musnahkan Gunungan Sampah, 2 Tahun bisa Selesai
Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menggelar Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2026 di Queen City Mall Semarang pada 6–9 Agustus 2026 untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menyebut kegiatan ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor melalui penguatan literasi, pengembangan Halal Value Chain, pemberdayaan UMKM, dan perluasan akses ekonomi syariah yang inklusif serta berkelanjutan.
BI Jateng Tancap Gas Bangun Ekonomi Syariah, 450 Guru Disiapkan Jadi Motor Literasi Halal
Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang memperkuat upaya pencegahan kebakaran di TPA Blondo, Kecamatan Bawen, selama musim kemarau dengan penyemprotan rutin di titik rawan dan peningkatan kesiapsiagaan personel. Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Anang Sukoco, menyebut langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya kasus kebakaran yang telah mencapai 80 kejadian hingga awal Agustus 2026, didominasi kebakaran hutan dan lahan.
Cegah Kebakaran TPA Blondo, Damkar Kabupaten Semarang Rutin Semprot Titik Rawan
Polres Semarang meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memasuki musim kemarau dengan memperkuat kesiapsiagaan personel, memetakan wilayah rawan, serta mengintensifkan patroli terpadu bersama TNI, BPBD, dan instansi terkait. Kapolres Semarang, Heru Dwi Purnomo, menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko kebakaran melalui pencegahan, edukasi masyarakat, dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.
Musim Kemarau Kian Memuncak, Kapolres Semarang: Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan!
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melakukan monitoring implementasi indikator Desa Antikorupsi di Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Rabu (5/8/2026). Ketua Tim Monitoring sekaligus Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Aris Dedy Arham, meminta pemerintah desa lebih tertib menyusun laporan keuangan BUMDes setiap semester sesuai ketentuan, sekaligus memastikan komitmen desa dalam menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
KPK Ingatkan Laporan BUMDes Saat Monitoring Desa Antikorupsi di Banyubiru

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Rabu, 5 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara di Semarang 24,1 derajat Celsius dengan kelembapan 85 persen, sementara hujan ringan berpotensi terjadi secara tidak merata di wilayah pegunungan, dataran tinggi, sebagian Jawa Tengah bagian timur, dan sekitarnya.
05 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah
Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved