RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Siswa SMP di Salatiga Alami Laka Tabrak Mobil Sampah Hingga Meninggal

Siswa SMP di Salatiga Alami Laka Tabrak Mobil Sampah Hingga Meninggal

Siswa SMP di Salatiga Alami Laka Tabrak Mobil Sampah Hingga Meninggal

Seorang siswa SMP bernama Wahyu mengalami kecelakaan lalu lintas hingga meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Salatiga. Insiden tragis ini terjadi di depan Kantor Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Salatiga, pada Selasa, 5 Agustus 2025.
Foto dok IST
Polisi saat amankan tkp motor dengan Mobil Sampah

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Wahyu , Siswa SMP di Kecamatan Argomulyo, mengalami kecelakaan berat di depan Kantor Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Salatiga, Selasa (5/8).

Korban, Wahyu (12) mengendarai sepeda motor Kawasaki H-2392-GS, bertabrakan dengan Mitsubishi L-300 pikup H-8604-XB yang dimodifikasi menjadi truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Salatiga.

Korban yang diketahui merupakan siswa SMPN 10 mengalami luka berat dan akhirnya meninggal dunia di RSUD Salatiga.

Rekannya S (13), juga mengalami luka dan masih dalam pemantauan rumah sakit.

Kasatlantas Polres Salatiga AKP Darmin, SH MH menjelaskan, kejadian bermula ketika sepeda motor yang dikendarai korban melaju dari arah Jalan Lingkar Selatan menuju Kelurahan Tegalrejo.

Saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan oleng ke kanan.

Dari arah berlawanan meluncur pikup L-300 yang dikendarai Slamet Widodo (41), warga Kelurahan Sidorejo Kidul, Kecamatan Tingkir, Salatiga. Kecelakaan tidak dapat terhindarkan.

Setelah kejadian, Satuan Lalu Lintas Polres Salatiga melalui Unit Gakkum langsung melakukan penanganan cepat terhadap kejadian kecelakaan di depan Kantor Kelurahan Kumpulrejo itu.

Kasat Lantas Polres Salatiga AKP Darmin, mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak yang belum cukup umur untuk mengendarai kendaraan bermotor.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Orang tua harus benar-benar memastikan bahwa anak-anak tidak menggunakan kendaraan sebelum memiliki SIM dan pemahaman berlalu lintas yang memadai,” tegasnya.

“Polres Salatiga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan berlalu lintas demi menjaga keselamatan pribadi dan pengguna jalan lainnya,” tutup AKP Darmin didampingi Kasi Humas Ipda Sutopo.

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana