KABAR RASIKA

Siswi di Semarang Jadi Korban Pelecehan Seksual, Pelaku Diamankan

Siswi di Semarang Jadi Korban Pelecehan Seksual, Pelaku Diamankan

Siswi di Semarang Jadi Korban Pelecehan Seksual, Pelaku Diamankan

Ilustrasi

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Seorang siswi menjadi korban pelecehan seksual ketika pulang dari sekolah. Kejadian tak senooh itu terjadi di Jalan Pedurungan Tengah V Kecamatan Pedurungan Kota Semarang pada Senin (12/12/2022) sekira pukul 13.30 WIB.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, saat ini pelaku berinisial SR warga Sayung, Kabupaten Demak sudah diamankan oleh kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sedangkan korban berinisial AD (14) ini mengalami trauma akibat kejadian pelecehan yang dialaminya tersebut.

Kombes Irwan menjelaskan, kejadian bermula ketika korban turun dari feeder kemudian berjalan sendirian menuju ke tempat tinggalnya. Selang beberapa saat, pelaku datang menghampiri korban untuk berpura-pura menanyakan alamat.

Setelah korban menjawab pertanyaan, kemudian pelaku malah meremas payudaran sebelah kanan korban dan langsung kabur mengendarai sepeda motor Yamaha Vega warna hitam bernomor polisi H-6719-AF yang dikendarai pelaku. Beruntung, ada driver ojek online (ojol) yang mengetahui kejadian tersebut.

Kemudian, ojol itu langsung mengejar korban dan berhasil menangkap pelaku. Setelah pelaku diamankan, kemudian sejumlah saksi melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

“Tersangka tertangkap dan diserahkan ke Polrestabes Semarang untuk proses lebih lanjut,” ujar Irwan dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (14/12/2022).

Saat ini tersangka sedang menjalani penyidikan akibat aksi pelecehan seksual yang dilakukan. Kepolisian juga mengamankan barang bukti untuk proses hukum selanjutnya.

“Tersangka terancam Pasal 76E Jo Pasal 82 ayat (1) UU RI No 35 Th 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 Th 2002 tentang Perlindungan Anak,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px