URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dapur MBG di Ngreco, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dikelola SPPG bersama BGN dengan standar profesional setara dapur hotel. Fasilitas dua lantai ini mengatur penyimpanan, pemasakan, hingga pemorsian makanan dengan SOP ketat, pengawasan ahli gizi, serta dukungan teknologi modern demi menjaga kualitas dan higienitas.

Mbak Google

KABAR RASIKA

SPPG Tuntang Bukti Nyata Kualitas Dapur MBG yang Dikelola Profesional

SPPG Tuntang Bukti Nyata Kualitas Dapur MBG yang Dikelola Profesional

SPPG Tuntang Bukti Nyata Kualitas Dapur MBG yang Dikelola Profesional

Dapur MBG di Ngreco, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dikelola SPPG bersama BGN dengan standar profesional setara dapur hotel. Fasilitas dua lantai ini mengatur penyimpanan, pemasakan, hingga pemorsian makanan dengan SOP ketat, pengawasan ahli gizi, serta dukungan teknologi modern demi menjaga kualitas dan higienitas.
Foto Arief Rasika
Penampakan dapur MBG di Ngreco Tuntang
featured-img

RASIKAFM.COM | TUNTANG – Dapur MBG yang ada di Ngreco Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, bukan sekadar dapur biasa. Fasilitas yang bermitra dengan Badan Gizi Nasional (BGN) itu ditata dengan standar profesional dan higienitas tinggi, bahkan disebut-sebut sekelas dapur hotel berbintang.

Kepala SPPG Dapur Ngreco, Nila, mengungkapkan penataan sudah dimulai sejak pintu masuk.

“Setiap petugas diwajibkan menjaga kebersihan tangan dan badan sebelum bekerja. Ada ruangan penyimpanan bahan makanan, ruang penyimpanan alat makan, dapur, dan lainnya,” ujarnya belum lama ini.

Keberadaan SPPG Ngreco dibangun dua lantai. Lantai atas difungsikan sebagai ruang rapat untuk menentukan menu harian hingga memilih pemasok bahan makanan.

“Jadi di lantai dua ini kita berdiskusi tentang menentukan menu setiap hari-harinya. Untuk menentukan supplier dan untuk meeting. Di situ ada meja saya, perwakilan yayasan sekaligus mitra, administrasi, dan juga meja ahli gizi,” jelas Nila.

Sementara penerimaan bahan baku dilakukan di lantai bawah. Dua gudang tersedia, yakni gudang bahan basah dan gudang bahan kering.

“Di tengah-tengah gudang itu ada tempat menerima bahan baku. Setelah diterima, bahan langsung dipilah untuk dimasukkan ke masing-masing gudang,” tambahnya.

Semua proses dijalankan sesuai SOP ketat, mulai penerimaan, pengolahan, pemasakan hingga pemorsian. Tim racik khusus memastikan kualitas tetap terjaga.

“Dapur ini menggunakan stainless, itu salah satu cara menjaga mutu dan kualitas makanan,” tegasnya.

Bahkan, ruang pemorsian dibuat tertutup dan ber-AC demi menjaga kualitas makanan. “Proses pencucian ompreng juga steril. Kita menggunakan air panas mendidih,” ungkap Nila.

Tak tanggung-tanggung, dapur ini juga memiliki mesin pengering ompreng bersuhu hingga 1000 derajat.

Bahkan, jika suatu saat ada kejadian tak terduga, dapur ini telah menyiapkan prosedur pengawasan khusus.

“Misal ada hal-hal yang tidak ingin diinginkan terjadi pun, di ruang pemorsian itu ada satu kotak etalase untuk menyimpan sampel-sampel makanan. Kita ambil satu sampel untuk dimasukkan ke dalam etalase tersebut, kita kunci dan itu dilakukan setiap jam. Jadi misal ada kejadian yang tidak diinginkan, kita bisa melakukan uji lab dengan sampel tersebut,” bebernya.

Seluruh kegiatan dapur juga berada di bawah pengawasan ahli gizi. “Artinya juga, selain itu setiap harinya ada pengawasan dari ahli gizi. Saya juga berlatar belakang dari gizi juga,” terang Nila.

Bahkan, pengawasan kamera CCTV disiagakan di setiap titik. “Jangankan orang masuk, tikus masukpun kita pasti mengetahui,” pungkasnya.

Nila berikan keterangan media

BACA JUGA :

Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved