URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Suami Rina Wulandari (34) istri TNI yang ditembak orang tidak dikenal di Kota Semarang ternyata menghilang pasca kejadian. Keberadaan Koptu Muslimin hingga kini masih ditelusuri oleh Tim Gabungan yang terdiri dari Unit Resmob Polrestabes Semarang dan TNI.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Suami Korban Penembakan Di Semarang Menghilang, Kapendam: Mangkir Dari Kedinasan Militer

Suami Korban Penembakan Di Semarang Menghilang, Kapendam: Mangkir Dari Kedinasan Militer

Suami Korban Penembakan Di Semarang Menghilang, Kapendam: Mangkir Dari Kedinasan Militer

Kapendam IV Diponegoro, Letkol Inf Bambang Hermanto saat memberikan keterangan terkait keberadaan suami korban penembakan orang tak dikenal di depan rumahnya.
featured-img

SEMARANG – Suami Rina Wulandari (34) istri TNI yang ditembak orang tidak dikenal di Kota Semarang ternyata menghilang pasca kejadian. Keberadaan Koptu Muslimin hingga kini masih ditelusuri oleh Tim Gabungan yang terdiri dari Unit Resmob Polrestabes Semarang dan TNI.

Kapendam IV Diponegoro Letkol Inf Bambang Hermanto mengatakan, Koptu M telah mangkir dari tugas kedinasan militer sejak Selasa (19/7) atau 1 hari pasca istrinya ditembak oleh komplotan yang kini masih dilakukan pencarian.[irp posts=”40139″ name=”Tim Gabungan Temukan Dua Motor Komplotan Penembakan Istri TNI di Semarang”]

“Suami korban telah melakukan tindakan tidak hadir tanpa izin kepada komandan satuan atau THTI. Mangkir dari kedinasanan militer. Hingga hari ini,” ujar Bambang dalam jumpa pers di Mapolrestabes Semarang, Jumat (22/7/2022).

Ia menjelaskan, Koptu Muslimim memang sempat menemani istrinya di rumah sakit. Namun, keesokan harinya ia tidak muncul kembali hingga sampi saat ini.

“Setelah kejadian yang bersangkutan sempat mengantar dan sempat menunggu pasca operasi selesai. Di kemiliteran kami dituntut untuk kehadiran pada saat besok harinya dan yang bersangkutan tidak hadir. Kenapa bisa tahu tidak hadir? Kita pagi ada apel, sore juga tapi yang bersangkutan tidak ada,” jelas dia.

Ia menegaskan, pelanggaran THTI yang dilakukan Koptu Muslimin kini ditangani oleh pihak polisi militer dari Kodam IV Diponegoro.

“Apabila militer melakukan tindakan hadir tanpa izin ini sudah masuk dalam kategori tindak pidana militer. Sehingga oleh pimpinannya komandan Batalyon melaporkan kepada pimpinan dibarengi pelimpahan perkara kepada penyidik dalam hal ini polisi militer,” terangnya.

Namun, ia enggan bersepkulasi jika Muslimin ikut terlibat penembakan istrinya sendiri lantaran menghilang hingga saat Saat ini, pihaknya pun masih berupaya menemukan keberadan Muslimin umtuk dimintai keterangan

“Mohon maaf kita tidak bbisa menjawab masalah itu (Muslimin terlibat). Upaya kita mencari sampai yang bersangkutan ditemukan,” ucapnya.[irp posts=”40115″ name=”Identitas Sudah Diketahui, Polisi Minta Pelaku Komplotan Penembakan Istri TNI di Semarang Serahkan Diri”]

Sementara itu Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar menambahkan, pihkanya juga menunggu hadirnya Koptu Muslimin. Ia memberi waktu kepada para komplotan untuk menyerahkan diri hingga Sabtu (23/7/2022) besok.

Jika mereka tidak kunjung menyerahkan diri, pihaknya bersama TNI akan tegas melakukan tindakan penangkapan.

“Suami korban belum kembali ke rumah jadi kita juga menunggu kehadiran yang bersangkutan untuk dimintai keterangan. Kami sudah mengidentifikasi, rumah mereka kami sudah tahu, teman-teman mereka kami sudah tahu dan keluarganya kami juga sudah tahu. untuk itu, Sekali lagi kami himbau untuk menyerahkan diri maksimal pada Sabtu (23/7), apabila masih menghiraukan, kami tim gabungan akan melakukan tindakan tegas dan terukut,” imbuh Irwan.

Untuk diketahui, peristiwa ini sendiri terjadi di depan rumah korban di Perumahan Grand Cemara, Jalan Cemara 3, Padangsari, Banyumanik, Kota Semarang pada Senin (18/7) sekitar pukul 12.00 WIB lalu. Ibu 3 anak itu mengalami luka parah akibat dua tembakan yang dilayangkan oleh pelaku.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon