URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Untuk mensukseskan pemilihan kepala daerah (Pilkada), Pemerintah Kota Salatiga memberikan dana hibah sebesar Rp 13,02 miliar kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Salatiga untuk biaya pelaksanaan Pilwalkot Salatiga 2024.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sukseskan Pilkada, Pemkot Salatiga Gelontorkan Hibah 13,02 Miliar ke KPU

Sukseskan Pilkada, Pemkot Salatiga Gelontorkan Hibah 13,02 Miliar ke KPU

Sukseskan Pilkada, Pemkot Salatiga Gelontorkan Hibah 13,02 Miliar ke KPU

Untuk mensukseskan pemilihan kepala daerah (Pilkada), Pemerintah Kota Salatiga memberikan dana hibah sebesar Rp 13,02 miliar kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Salatiga untuk biaya pelaksanaan Pilwalkot Salatiga 2024.
Foto Arief Rasika
Ketua KPU Kota Salatiga Yesaya Tiluata.
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Dalam rangka untuk mensukseskan pemilihan kepala daerah (Pilkada), Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga memberikan dana hibah sebesar Rp 13,02 miliar kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Salatiga. Dana tersebut diperuntukan untuk biaya pelaksanaan tahapan pemilihan wali kota dan wakil wali kota (Pilwalkot) Salatiga 2024.

Hal itu diungkapkan Ketua KPU Kota Salatiga Yesaya Tiluata. Yesaya menyebut, dengan adanya dana hibah tersebut pelaksanaan Pilwalkot Salatiga 2024 bisa berjalan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan.

“Hibah tersebut dibagi dalam dua termin. Termin pertama sekitar Rp 5 miliar. Sisanya pada termin kedua. Anggaran tersebut sudah masuk ke rekening KPU. Penggunaannya (anggaran) masih dalam proses,” beber Yesaya, Selasa (21/5/2024).

Diakuinya, pihaknya akan menggunakan anggaran Pilkada ini dengan baik. Selain itu, pihaknya juga akan mempertanggungjawabkan kepada publik. Sebab anggaran tersebut tidak bersifat tertutup.

Sementara itu, Penjabat Wali Kota Salatiga Yasip Khasani berharap dengan dana hibah tersebut Pilwakot Salatiga bisa berjalan dengan lancar. Ia menyebut, anggaran untuk Pilkada di Salatiga memang tidak sebesar kota ataupun kebupaten lain.

“Dana hibah Pilwalkot Salatiga 2024 memang tidak terlalu (banyak) karena Salatiga hanya terdiri dari empat kecamatan,” kata Pj Wali Kota Salatiga.

Yasip mengajak yang telah memiliki hak pilih untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemungutan suara Pilwalkot Salatiga 2024 nanti. Suara masyarakat akan menentukan masa depan Kota Salatiga dalam lima tahun ke depan.

“Jangan golput. Masyarakat lah yang menentukan siapa yang bakal menjadi pemimpin Salatiga. Ayo memilih. Kalau memang ada yang bagus pilihlah yang bagus. Kalau memang tidak ada, pilihlah yang terbagus dari yang tidak bagus karena kita perlu pemimpin, jangan sampai kosong,” ujarnya.

Yasip meminta semua stakeholder untuk mengedukasi masyarakat agar mereka mau mengikuti proses tahapan Pilwalkot Salatiga. Sebab masyarakat juga harus mengetahui visi dan misi colon wali kota dan calon wakil wali serta mengetahui rekam jejaknya.

“Saya rasa masyarakat perlu mengetahui hal itu (visi dan misi calon wali kota). Dengan demikian masyarakat bisa memilih calon yang benar-benar baik,” ucapnya.

Lebih jauh Yasip mengatakan, Pemkot Salatiga akan membuat kanal laporan masyarakat terkait pelaksanaan Pilwalkot Salatiga 2024. Masyarakat bisa melaporkan kecurangan pelaksanaan Pilwalkot secara online dan identitasnya tidak diketahui oleh masyarakat luas.

“Ini sedang rancang. Jadi masyarakat jangan takut untuk melapor apabila mengetahui kecurangan dalam pelaksanaan Pilwalkot. Identitasnya aman, tidak diketahui orang lain,” ujarnya.

Atas dasar itu, Yasip mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan tahapan Pilwalkot. Pengawasan perlu dilakukan agar penyelenggaraan Pilwalkot 2024 dapat berjalan dengan lancar, aman, jujur dan adil.

Yesaya saat diwawancara wartawan

BACA JUGA :

Polwan Polres Salatiga menggelar bakti sosial dan bakti kesehatan di Panti Asuhan Bakti Luhur, Tegalrejo, Argomulyo, Jumat (21/9/2026), untuk menyambut Hari Jadi Polwan ke-78. Kegiatan diisi penyerahan kebutuhan pokok dan pemeriksaan kesehatan bagi penghuni panti sebagai bentuk kepedulian sekaligus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.
Peduli Sesama, Polwan Polres Salatiga Gelar Baksos hingga Gendong Bayi
Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.
Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Sebanyak 95 lulusan LPK Serbaindo dilepas dalam Wisuda ke-14 di Hotel Laras Asri, Salatiga, Rabu (26/8/2026). Pada kesempatan itu, Serbaindo Group bersama Kemendes PDT meluncurkan program beasiswa pendidikan dan kerja ke Jepang yang menargetkan 45.000 peserta hingga 2030, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga caregiver.
Gelar Wisuda ke 14, Serbaindo Group Gandeng Kemendes PDT Buka Program 45.000 Beasiswa ke Jepang
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan