URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Air sumur milik Krisnadi ini tidak seperti sumur pada umumnya.Air sumur tersebut bersuhu panas, bening atau jernih dan tidak tercium bau sama sekali.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sumur Mengeluarkan Air Panas Hebohkan Warga

Sumur Mengeluarkan Air Panas Hebohkan Warga

Sumur Mengeluarkan Air Panas Hebohkan Warga

featured-img

Air sumur milik Krisnadi ini tidak seperti sumur pada umumnya, karena air sumur tersebut bersuhu panas.

Dari pantauan wartawan di lokasi, air sumur tersebut tampak bening atau jernih dan tidak tercium bau sama sekali.

Pemilik sumur, Krisnadi mengatakan sumur ini dibangun sejak tahun 1970

Namun sejak itu airnya normal atau tidak panas.

Ia tahu air sumur berubah berawal dari sang istri akan mengambil air dari sumur tersebut, ternyata pada saat itu air sumur bersuhu panas.

“Awalnya tanggal 11 November kemarin, saat itu istri saya mengambil air untuk memandikan anak tetapi tahu-tahu air ini panas,” kata Krisnadi kepada wartawan Kamis (17/11/2022).

Sontak kejadian ini membuat Krisnadi kaget, air sumur ini dimanfaatkan Krisnadi untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kaget saat tahu airnya panas, sumur ini biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk air minum juga,” jelasnya.

Semenjak terjadinya kejadian tersebut, Krisnadi hanya memanfaatkan air sumur ini untuk mandi.

“Sejak airnya panas, kami hanya pakai untuk mandi, mencuci kaki namun untuk dikonsumsi dibuat air minum belum berani,” ungkapnya.

Menurutnya air tersebut setelah dites suhu air ini berubah-ubah.

“Setelah di cek BPBD Kota Salatiga suhunya 36 derajat celcius, lalu saat sore di tes lagi mencapai 39 derajat celcius,” katanya.

Krisnadi mengaku sumur miliknya ini saat masuk musim kemarau, air di dalam sumur pasti habis lebih awal.

“Kalau kemarau habisnya lebih awal dan untuk sumber airnya muncul lagi agak lambat,” ujarnya.

Sementara itu Kapolsek Argomulyo AKP Sarwoko mengatakan kondisi sumur yang mengeluarkan air panas tersebut pertama kali diketahui Sabtu (12/11/2022).

“Saat itu ada tetangga yang menimba air di sumur tersebut. Airnya sudah panas tapi tidak cerita,” ungkapnya.

Kemudian pada Senin (14/11/2022), pemilik sumur menimba dan merasakan air dari sumur terasa panas.

“Ini lalu disampaikan ke tetangga lain, dan sampai dilakukan pengecekan oleh BPBD Kota Salatiga,” kata Sarwoko.

Sementara Arif, anak Krisnandi mengatakan, tidak tahu mengenai awal mula sumur di rumahnya bisa mengeluarkan air panas.

“Cuma satu sumur saja yang panas, lainnya normal. Itu sejak Sabtu kemarin,” terangnya.

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Salatiga Wiryawan mengatakan sumur tersebut memiliki kedalaman kurang lebih 13 meter.

“Jadi kami setelah mendapat informasi mengenai air panas di sumur, langsung melakukan pengecekan,” jelasnya.

Wiryawan mengungkapkan, personel BPBD melakukan peninjauan bersama pemangku wilayah dan Dinas Kesehatan Kota Salatiga.

Krisnadi saat diwawancarai media

 

BACA JUGA :

Wujudkan Pemerintahan Transparan dan Akuntabel, Kelurahan Noborejo Hadirkan Inovasi Digital “SINERGI”
Wujudkan Pemerintahan Transparan dan Akuntabel, Kelurahan Noborejo Hadirkan Inovasi Digital “SINERGI”
Dieng Caldera Race 2026 yang berlangsung pada 19–21 Juni di kawasan Dieng, Jawa Tengah, menarik ribuan pelari dari berbagai daerah dan mancanegara. Kategori 25K menjadi favorit karena menghadirkan rute baru menuju puncak Gunung Sindoro yang lebih menantang. Peserta harus menghadapi elevasi ekstrem dan suhu dingin pegunungan, namun tetap disuguhi panorama alam khas Dieng yang memukau sepanjang lintasan.
Menembus Dingin 14 Derajat, Ribuan Pelari Serbu Dieng Caldera Race 2026
Tingkatkan Kemampuan Personel, Damkar Salatiga Gelar Bimtek Kebakaran dan Evakuasi Korban
Tingkatkan Kemampuan Personel, Damkar Salatiga Gelar Bimtek Kebakaran dan Evakuasi Korban
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menambah stok Pertalite hingga 18 persen di seluruh SPBU Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta selama libur sekolah 22 Juni hingga 3 Juli 2026 untuk mengantisasi lonjakan konsumsi BBM akibat meningkatnya kunjungan wisatawan. Penambahan pasokan dilakukan di jalur utama dan kawasan wisata, disertai penguatan distribusi, pengaturan antrean, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Wisatawan Membeludak, Pertamina Siapkan Pertalite Ekstra untuk Jateng-DIY
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menambah pasokan LPG 3 kilogram sebanyak 1.339.560 tabung di Jawa Tengah dan DIY pada 16 Juni 2026 untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan selama libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Penyaluran tambahan melalui skema fakultatif ini dilakukan guna menjaga ketersediaan stok dan memastikan masyarakat tetap mudah memperoleh LPG selama masa libur nasional.
Takut Langka Saat Libur? Pertamina Siapkan Tambahan 1,3 Juta Tabung LPG 3 Kg
Ribuan jamaah thariqah dari berbagai daerah menghadiri Silaturahmi Nasional Annitho Aswaja di Wisma Perdamaian Semarang, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang dihadiri ulama, habaib, dan tokoh pemerintahan ini digelar untuk memperkuat ukhuwah, konsolidasi organisasi, serta meneguhkan komitmen kebangsaan melalui zikir, tausiyah, baiat kubro, dan pemberdayaan umat.
Habib Luthfi Tegaskan Komitmen Jaga NKRI dalam Silatnas Perdana Annitho Aswaja di Semarang

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Sosial akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT 2026 kepada 2.393 warga di 92 desa dan kelurahan mulai Juni 2026. Bantuan diberikan kepada buruh tani tembakau, buruh dan petani cengkih, serta warga kurang mampu untuk mendukung kesejahteraan dan produktivitas mereka.
2.393 Buruh dan Petani Tembakau di Kabupaten Semarang Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia
Dieng Caldera Race 2026 yang berlangsung pada 19–21 Juni di kawasan Dieng, Jawa Tengah, menarik ribuan pelari dari berbagai daerah dan mancanegara. Kategori 25K menjadi favorit karena menghadirkan rute baru menuju puncak Gunung Sindoro yang lebih menantang. Peserta harus menghadapi elevasi ekstrem dan suhu dingin pegunungan, namun tetap disuguhi panorama alam khas Dieng yang memukau sepanjang lintasan.
Menembus Dingin 14 Derajat, Ribuan Pelari Serbu Dieng Caldera Race 2026