[extvssc id="70101"]

KAWAN PEMANDU JALAN

Tag: Walikota Yuliyanto

Angka-Kematian-Ibu-dan-Bayi
Angka Kematian Ibu dan Bayi Menjadi Perhatian Serius Pemkot Salatiga
Berdasarkan data Sepanjang tahun 2021 tercatat 10 ibu meninggal. Delapan diantaranya dikarenakan virus korona. Selain itu, 29 bayi dilaporkan meninggal.
nyamuk-culex
Seorang Warga Salatiga Terjangkit Japanese Encephalitis, Walikota Menghimbau Masyarakat Jaga Kebersihan
"Hasil laboratorium dari pasien berinisial AO tersebut positif Japanese Encephalitis, ini yang diserang jaringan otak. Warga umum biasa menyebut dengan radang otak," terang Wali Kota Salatiga Yuliyanto,...
apel-23-12
Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan, Walikota Salatiga Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Candi 2021
Walikota Salatiga Yuliyanto didampingi Jajaran Forkopimda Kota Salatiga memimpin pelaksanaan Apel Gelar pasukan Operasi Lilin Candi 2021 dilapangan Bhayangkara Polres Salatiga, Kamis 23/12/2021.
Wali-Kota-Yuliyanto
Walikota Salatiga Ancam Berikan Sanksi Bagi ASN Yang Nekat Cuti Nataru
Wali Kota Yuliyanto menandaskan ASN yang melanggar larangan cuti pada Natal dan Tahun baru akan dikenai sangsi tegas. Bahkan kemungkinan akan distafkan.
hari-toleransi-salatiga2
Hari Toleransi Kota Salatiga, Yuliyanto: Kunci Toleransi Mampu Wujudkan Tiga W
"Toleransi bisa berjalan baik, selama pemerintah memberi ruang yang sama untuk seluruh komponen masyarakat" Tegas Wali Kota Salatiga Yuliyanto
RSUD-Salatiga-Harus-Berikan-Pelayanan-Terbaiknya-Ke-Publik
RSUD Salatiga Harus Berikan Pelayanan Terbaiknya Ke Publik
Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Salatiga, Yuliyanto kepada management Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) saat acara Forum Komunikasi Publik dan Walikota Menyapa dirumah Dinas Walikota Selasa 9 November.
Bunga-Tabebuya-Percantik-Kawasan-JLS
Bunga Tabebuya Percantik Kawasan JLS, Nitizen Sebut Seperti Di Jepang
Dalam sepekan ini pengguna jalan yang melintas di Jalan Lingkar Salatiga (JLS) akan mendapatkan pemandangan indah. Hal ini disebabkan ratusan pohon Tabebuya di wilayah tersebut mulai berbunga dan Cukup...
Walikota-Yuliyanto
6 Siswa Sekolah Dasar Positif Covid, Kegiatan PTM Dihentikan
RASIKAFM – Klaster penularan Covid-19 terjadi di sebuah sekolah dasar yang ada di Kota Salatiga. Para siswa yang terpapar saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Kepada rasikafm.com...
batik-salatiga
Peringati Hari Batik Pemkot Salatiga Gelar Pelatihan Membatik Bagi Anak Anak
RASIKAFM – Batik merupakan budaya bangsa yang perlu dilestarikan, agar tidak tergerus jaman. salah satunya adalah memperkenalkan sejak dini Batik kepada generasi muda. Bahkan Pemerintah Kota Salatiga,...
kampung-singkong
Menpan Kukuhkan Kampung Singkong Argowiyoto
RASIKAFM – Kampung Singkong Argowiyoto Kota Salatiga akhirnya dikukuhkan menjadi Kampung Singkong oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sahrul yasin Limpo secara virtual dari Yogyakarta. Kegiatan...
Muat Lebih

POPULER

PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting