URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Yayasan Jama'ah Waskitho Nusantara Boyolali mengajak lebih dari 100 anak asuh yatim dan piatu mengikuti kunjungan edukatif ke sejumlah destinasi wisata di Kota Semarang, termasuk praktik manasik haji di Firdaus Fatimah Zahra, pada Mei 2026. Kegiatan ini digelar untuk memperluas wawasan, memperkuat nilai keagamaan, serta membentuk karakter, kemandirian, dan kepedulian sosial anak melalui pembelajaran langsung di luar kelas.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tanamkan Iman dan Keceriaan, Jamaah Waskitho ajak Ratusan Anak Asuh Wisata Edukatif ke Semarang

Tanamkan Iman dan Keceriaan, Jamaah Waskitho ajak Ratusan Anak Asuh Wisata Edukatif ke Semarang

Tanamkan Iman dan Keceriaan, Jamaah Waskitho ajak Ratusan Anak Asuh Wisata Edukatif ke Semarang

Acara Yayasan Jama’ah Waskitho Nusantara. (Foto dok IST)
featured-img

RASIKAFM.COM | BOYOLALI – Yayasan Jama’ah Waskitho Nusantara Boyolali, komunitas sosial-keagamaan yang fokus pada pembinaan karakter dan kegiatan kemanusiaan, menggelar kunjungan edukatif ke sejumlah destinasi wisata di Kota Semarang. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak asuh dari berbagai daerah sebagai bagian dari program pembelajaran di luar kelas.

Yayasan yang berkantor pusat di Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali ini saat ini membina lebih dari 100 anak asuh yang tersebar di Boyolali, Salatiga, Kabupaten Semarang, dan sekitarnya. Anak-anak tersebut berasal dari kalangan yatim dan piatu dengan rentang usia mulai dari bayi hingga 15 tahun, tanpa persyaratan khusus selain latar belakang tersebut.

Salah satu destinasi utama dalam kegiatan ini adalah Firdaus Fatimah Zahra, yang menjadi lokasi praktik manasik haji dan umrah. Di tempat ini, anak-anak mendapatkan pengalaman langsung dalam memahami tata cara ibadah haji, mulai dari ihram, tawaf, sa’i, hingga rangkaian ibadah lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai religius sejak dini sekaligus memperkuat pemahaman terhadap rukun Islam kelima.

Ketua Yayasan Waskitho Nusantara, Bondhan Bagus Widodo, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas serta membentuk karakter anak-anak asuh.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga pengalaman hidup yang membentuk karakter, keimanan, dan rasa kebersamaan. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang mandiri, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya melalui siaran pers, Senin (25.5.2026).

Sebagai penutup kegiatan, anak-anak menerima santunan dari para donatur dalam acara yang digelar di Rumah Makan Cikal Gading, Tuntang, Kabupaten Semarang. Acara tersebut turut dihadiri oleh Camat Tuntang.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Jama’ah Waskitho Nusantara menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pembinaan yang menyentuh aspek spiritual, intelektual, dan sosial, demi mencetak generasi masa depan yang unggul dan berdaya.

Ketua Yayasan Waskitho Nusantara, Bondhan Bagus Widodo

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan