RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Tekan Angka Stunting, Perusahaan Diminta Perhatikan Pekerja yang Hamil

Tekan Angka Stunting, Perusahaan Diminta Perhatikan Pekerja yang Hamil

Tekan Angka Stunting, Perusahaan Diminta Perhatikan Pekerja yang Hamil

Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha. (Foto: Win)
Bupati Semarang Ngesti Nugraha. (Foto: Win)

UNGARAN – Upaya penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang tidak lantas membuat langkah-langkah pencegahan serta penanganan kasus stunting terabaikan. Hal itu tetap menjadi prioritas meski jajaran tenaga kesehatan masyarakat terkoernsentrasi dalam penanganan Covid-19.

“Kasus stunting di Kabupaten Semarang memang tidak tinggi, namun jangan karena Covid-19 angka stunting naik,” ungkap Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, saat dikonfirmasi Rabu (16/2/2022).

Menurut Ngesti ada beberapa penyebab terjadinya stunting, salah satunya dipicu karena selama masa kehamilan, seorang ibu harus tetap bekerja namun tidak mendapatkan jaminan kesehatan yang memadai dari perusahaannya secara terus menerus.

“Kecuali peran pemerintah daerah dan alokasi dana desa, perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan ibu hamil agar ikut lebih memperhatikan,” tegasnya.

Selain itu, beberapa upaya lain yang dilakukan untuk mencegah stunting adalah dengan mendata secara berkelanjutan melalui OPD terkait. Kemudian, ibu hamil baik yang bekerja maupun yang di rumah juga terus diedukasi dan diminta untuk berkonsultasi kepada dokter maupun ke pusat layanan kesehatan terdeka.

“Melalui upaya ini, harapan kita, angka kasus anak stunting di Kabupaten Semarang akan menurun,” kata dia.

Ngesti menambahkan, pihaknya juga menyiapkan tenaga kesehatan masyarakat yang nantinya menjadi pendamping terhadap anak-anak stunting di daerahnya. Tidak hanya itu, keberadaan tenaga kesehatan di tengah masyarakat juga dapat berperan dalam melakukan pendampingan kesehatan kepada kelompok masyarakat lanjut usia khususnya yang hidup sebatang kara.

“Pendampingan kepada lansia tersebut baik dalam hal edukasinya maupun dalam mendukung program ‘Rantang Lansia’ yang sudah kita canangkam dalam menangani pemenuhan hak kesehatan kaum lansia,” imbuhnya. (win)

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran