URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memerintahkan BUMD PD Citra Mandiri Jawa Tengah (CMJT) menjadi off taker untuk mengendalikan harga pangan pokok strategis. Ini dilakukan dengan membeli produk petani seperti cabai, bawang merah dan jagung langsung dari produsen untuk selanjutnya didistribusikan ke wilayah melalui mekanisme operasi pasar.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tekan Inflasi, CMJT Borong Cabai dan Bawang Merah Petani

Tekan Inflasi, CMJT Borong Cabai dan Bawang Merah Petani

Tekan Inflasi, CMJT Borong Cabai dan Bawang Merah Petani

Petani bawang merah (Foto:/IST)
Petani bawang merah (Foto:/IST)
featured-img

BREBES

Direktur Pemasaran PD CMJT Totok mengatakan, pihaknya menerima perintah penstabilan harga dari gubernur. Hal itu tidak hanya dilakukan untuk komoditas cabai dan bawang merah namun juga komoditas lain seperti jagung sebagai bahan pakan ayam.

“Saya terimakasih diberi kesempatan dari Pak Gubernur untuk stabilkan harga. Kita bantu harga pangan kita bantu stabilkan, karena harga cabai dan bawang merah naik,” ujarnya Jumat (22/7/2022).

Totok mengatakan, telah melakukan pembelian pangan pokok strategis seperti cabai dan bawang sebanyak 3,5 ton. Untuk memenuhi kebutuhan itu CMJT bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jateng guna menjembatani pembelian langsung dari petani.

Selain itu, CMJT kerjasama juga dijalin dengan Bank Jateng dengan melakukan operasi pasar.

Seperti yang dilakukan pada Kamis (21/7/2022). CMJT bersama Dishanpan melakukan survei harga bawang merah ke Desa Krasak, di Kabupaten Brebes. Selain itu survei juga dilakukan di Desa Banaran, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung untuk pembelian produk petani berupa cabai merah.

“Kemarin kita pembelian untuk Operasi Pasar di Kodya Semarang ada cabai 2 ton, bawang merah satu setengah ton. Efeknya luar biasa, saat itu harganya masih 70 ribu besoknya harga turun 53 ribu sampai 55 ribu rupiah. Biarpun kecil tapi efek itu, tapi memengaruhi harga pasar pada umumnya,” tuturnya.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Unggul Makmur Wiyono. Ia menyadari, skema itu merupakan upaya pemerintah hadir saat harga pangan naik. Dengan demikian, beban harga tinggi tidak harus ditanggung oleh konsumen.

“Yang jelas untuk distribusi kan ada biayanya dari Brebes ke Semarang, di situlah pemerintah itu hadir, sehingga harga dari kami petani dan konsumen tidak jomplang. Karena ongkos distribusi di tengah itu, kami sudah dibantu,” ujar petani di Desa Krasak, Kecamatan Brebes, itu.

Ia menyebut, harga bawang merah di tingkat petani sempat menyentuh 45-50 ribu rupiah. Sedangkan, di tingkat konsumen, harga bisa menyentuh Rp 60 ribu per kilogram.

Dikatakan Wiyono, pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perusahaan Daerah Citra Mandiri Jawa Tengah (CMJT) sepakat membantu biaya distribusi. Besarannya Rp 1.500 tiap kilogram bawang.

“Misalnya di sini harga bawang merah di petani Rp 45.000, kalau ongkos tidak dibantu ya ada tambahan Rp 1.500 perkilogram, jadi jualnya bisa Rp 46.500. Tapi karena dibantu ya harganya sama dengan di sini,” jelasnya.

Ia mengatakan, saat ini harga bawang merah di tingkat petani sedang mengalami penurunan. Saat ini harga pembelian di tingkat petani berkisar di angka Rp 30 ribu. Selain karena musim panen, kondisi banjir yang sempat melanda menyebabkan kualitas bawang merah menurun.

“Kami maunya berkelanjutan (program pemerintah). Baik pas sedang harga komoditas murah maupun sedang mahal seperti ini,” harapnya.

Menurut Data BPS inflasi Jateng pada Juni 2022 mencapai 0,85 persen, lebih tinggi dibanding inflasi nasional 0,61 persen. Sementara bila dilihat tahun ke tahun (year on year) angka inflasi Jateng berada pada 4,97 persen, sementara di nasional inflasi berada pada 4,35 persen.

Adapun, penyebab utama inflasi di Jawa Tengah Juni 2022 adalah kenaikan sejumlah kebutuhan. Seperti halnya, harga cabai merah, cabai rawit, bawang merah, angkutan udara, dan telur ayam ras.

Sedangkan, penahan utama inflasi di Jawa Tengah adalah penurunan harga minyak goreng, daging ayam ras, bawang putih, angkutan antar kota, dan laptop/notebook.

BACA JUGA :

Bupati Semarang Ngesti Nugraha melantik 118 pejabat struktural dan 17 pejabat fungsional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (30/7/2026). Pelantikan dilakukan untuk mengisi jabatan yang masih kosong, menyegarkan organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati menegaskan seluruh proses mutasi dan promosi dilaksanakan secara profesional tanpa praktik jual beli jabatan.
Lantik 118 Pejabat, Bupati Semarang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Stand Gebyar Lelang Serentak Barang Rampasan dan Barang Sitaan Negara milik Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejaksaan Negeri Salatiga dipadati warga di Joglo 3 Kantor Kejari Salatiga, Rabu (29/7/2026), menjelang pelaksanaan lelang pada 11–14 Agustus 2026. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai tata cara mengikuti lelang melalui portal resmi sekaligus memperoleh informasi aset yang akan dilelang secara legal.
Sosialisasi Gebyar Lelang Barang Rampasan, Stand PAPBB Kejari Salatiga jadi Idola Calon Peserta Lelang
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Petani Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, mengembangkan budidaya padi semi organik melalui dem area seluas 10 hektare yang melibatkan 21 petani. Program yang telah berjalan hampir tiga tahun ini berhasil meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 9 ton per hektare, sekaligus mendorong pengolahan hasil panen menjadi beras bernilai jual lebih tinggi serta pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung konsep zero waste.
Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Mulai Bidik Pasar Premium Beras Sehat

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Bupati Semarang Ngesti Nugraha melantik 118 pejabat struktural dan 17 pejabat fungsional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (30/7/2026). Pelantikan dilakukan untuk mengisi jabatan yang masih kosong, menyegarkan organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati menegaskan seluruh proses mutasi dan promosi dilaksanakan secara profesional tanpa praktik jual beli jabatan.
Lantik 118 Pejabat, Bupati Semarang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan