KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Temuan SPPG Samban, Pemkab Semarang Siap Fasilitasi Pemenuhan SLHS dan IPAL

Temuan SPPG Samban, Pemkab Semarang Siap Fasilitasi Pemenuhan SLHS dan IPAL

Temuan SPPG Samban, Pemkab Semarang Siap Fasilitasi Pemenuhan SLHS dan IPAL

Ketua Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Semarang, Valeanto Soekendro. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang menegaskan komitmennya untuk mendampingi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam memenuhi persyaratan dasar, termasuk Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Ketua Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Semarang, Valeanto Soekendro, mengatakan seluruh persyaratan SPPG secara normatif wajib dipenuhi. Namun demikian, pemerintah daerah siap hadir membantu jika terdapat kendala di lapangan.

“Bagi kami, persyaratan SPPG ini secara normatif harus dipenuhi. Nah, kesulitannya seperti apa, kami pemerintah daerah siap membantu,” ujarnya saat dikonfirmasi di Ungaran, Kamis (9/4/2026).

Soekendro menegaskan, pendampingan tidak hanya diberikan kepada SPPG di Desa Samban, Kecamatan Bawen, yang menjadi sorotan Dewan Pendidikan, tetapi juga kepada seluruh SPPG di Kabupaten Semarang. Sejumlah kebijakan telah diarahkan oleh Bupati Semarang melalui organisasi perangkat daerah (OPD) teknis untuk memfasilitasi pemenuhan persyaratan tersebut.

“SLHS sudah kami sampaikan ke Dinas Kesehatan untuk memberikan pendampingan, karena ini cukup rentan, misalnya terkait bakteri dan cara penanganannya,” jelasnya.

Sementara itu, untuk pemenuhan IPAL, Pemkab Semarang juga telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar dapat memfasilitasi pembangunan sistem pengolahan limbah yang sesuai standar.

“Begitu juga dengan IPAL, kami minta DLH untuk memfasilitasi agar bisa dibuat sesuai ketentuan yang benar,” tambahnya.

Soekendro menegaskan, pendampingan yang dilakukan Pemkab Semarang tidak hanya terbatas pada program MBG atau SPPG semata, melainkan berlaku bagi seluruh investasi yang masuk ke wilayah Kabupaten Semarang. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus memastikan seluruh pelaku usaha memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Setiap investasi di Kabupaten Semarang kami lakukan pendampingan dalam rangka mempermudah sekaligus memastikan semua persyaratan terpenuhi,” tegasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]