URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang Mohammad Talkhis menyampaikan sebagai lembaga pengawas pemilu, pihaknya memerlukan unsur eksternal untuk ikut berperan serta berpartisipasi aktif dalam perhelatan pengawasan partisipatif Pemilu 2024.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Terkendala Keterbatasan Personel, Bawaslu Kabupaten Semarang Libatkan Masyarakat Awasi Pemilu

Terkendala Keterbatasan Personel, Bawaslu Kabupaten Semarang Libatkan Masyarakat Awasi Pemilu

Terkendala Keterbatasan Personel, Bawaslu Kabupaten Semarang Libatkan Masyarakat Awasi Pemilu

UNGARAN – Pemilu 2024 akan digelar pada Rabu (14/2/2024). Sejumlah tahapan sudah bergulir sejak 14 Juni 2022. Berdasarkan hal tersebut, Bawaslu juga harus bersiap dalam setiap tahapan yang dilaksanakan oleh KPU beserta jajarannya karena Bawaslu memiliki tugas dalam pengawasan dan pencegahan pelanggaran secara melekat.

Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bawaslu tentu tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dokongan seluruh elemen masyarakat agar pengawasan bisa efektif dan maksimal menjangkau setiap wilayah melalui partisipasi aktif.

Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang Mohammad Talkhis menyampaikan sebagai lembaga pengawas pemilu, pihaknya memerlukan unsur eksternal untuk ikut berperan serta berpartisipasi aktif dalam perhelatan pengawasan partisipatif Pemilu 2024.

“Personel kami terbatas. Panwascam hanya tiga orang di setiap kecamatan, sedangkan di desa satu orang. Inilah yang mendorong kami untuk melibatkan masyarakat dalam pengawasan partisipatif,” terangnya di sela kegiatan Sosialisasi Partisipasi Aktif (Soswatif) dengan tema ‘Mewujudkan Semangat Sumpah Pemuda dalam Pengawasan Pemilu 2024’ di Griya Yodesia, Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (1/10/2022).

Menurut Talkhis, persoalan mewujudkan pemilu yang demokratis di era sekarang ini adalah sebuah tantangan yang membutuhkan komitmen kebangsaan yang tinggi dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat khususnya kalangan pemuda. Melalui soswatif Pemilu 2024 ini diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran pribadi, kerelaan dan panggilan hati untuk ikut berperan mewujudkan pemilu yang berkualitas.

“Partisipasi pengawasan masyarakat ini dapat dilakukan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk melaporkan kejadian atau dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu di lingkungannya masing-masing,” terangnya.

Diharapkan dengan sosialisasi pengawasan partisipatif menggunakan metode pengawasan yang tepat dan berdaya guna, masyarakat khususnya kalangan pemuda bisa lebih memahami apa saja yang harus diawasi di setiap tahapan Pemilu 2024 dan mengetahui bagaimana cara melakukan dan melaporkan jika terdapat dugaan tindak pidana dalam tahapan Pemilu.

“Apalagi Kabupaten Semarang merupakan salah satu daerah yang memiliki jumlah penduduk paling banyak di Jawa Tengah. Oleh karena itu penting bagi kami untuk meningkatkan pengawasan partisipatif dari kelompok pemuda demi terwujudnya Pemilu 2024 yang berintegritas,” tandasnya. (win)

 

BACA JUGA :

Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved