KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Tiga Tahun Ganjar-Yasin Mengabdi, Fokus Genjot Digitalisasi UMKM

Tiga Tahun Ganjar-Yasin Mengabdi, Fokus Genjot Digitalisasi UMKM

Tiga Tahun Ganjar-Yasin Mengabdi, Fokus Genjot Digitalisasi UMKM

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo melihat Catering dan Toko Roti Sari Rasa di Randukuning, Pati, Selasa (10/8/2021).

SEMARANG – Pemprov Jawa Tengah melakukan ikhtiar digitalisasi UMKM, di tengah turbulensi ekonomi akibat pandemi Covid-19. Upaya ini merupakan wujud pemenuhan visi misi Ganjar-Yasin, yang kini memasuki tahun ketiga melayani rakyat Jateng.

Data dari Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, sebanyak 44.338 pelaku usaha kecil menengah terdampak wabah Covid-19. Dari jumlah tersebut, UKM yang paling banyak terdampak adalah bidang makanan minuman sebanyak 65,33 persen. Disusul UKM bidang perdaganan sebesar 16,40 persen, dan jasa 6,93 persen.

“Jika dilihat dari permasalahannya, secara prosentase 52,98 persen UKM mengalami kendala dalam pemasaran. Selain itu ada kendala dari permodalan sebanyak 30,24 persen,” ujar Kepala Dinkop UKM Jateng Emma Rachmawati, Jumat (3/9/2021).

Kondisi ini tidak berbeda jauh, ketika PPKM darurat mulai diberlakukan 5-20 Juli 2021.

Oleh karenanya, Pemprov Jateng melakukan upaya masif guna mengubah strategi berdagang konvensional pelaku UMKM ke digital. Di antaranya, dengan peningkatan literasi digital, pelatihan, bimbingan teknis dan workshop.

Kerjasama pun dijalin dengan platform jualan dan pelatihan daring.

Di antaranya, promosi melalui start up decacorn Gojek melalui promo Banner Go-Food, yang telah mendapatkan omset Rp 2,5 miliar. Promosi virtual UKM Virtual Expo (UVO) yang menjaring pembeli hingga luar negeri dan menangguk omset hingga Rp 4,8 miliar.

Adapula kerjasama yang dilakukan dengan Go-Jek melalui platform Go-Shop. Pada tahun ini, Pemprov Jateng juga bekerjasama dengan Marketplace digital Shopee untuk mendirikan Kampus UMKM.

Selain itu, ada pula pelatihan online oleh Mbizmarket, guna mempersiapkan UMKM ikut dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Pak Gubernur juga ikut memromosikan UMKM melalui Lapak Ganjar. Kami juga ada pelatihan marketing online. Kerjasama dengan Go-Jek melalui Go-Shop juga dilakukan di beberapa kabupaten atau kota, seperti di Surakarta raya, Sragen, Kota Solo, Sukoharjo dan Kabupaten Karanganyar. Adapula Banyums, Kabupaten Semarang dan Kot Tegal,” sebutnya.

Tak lupa, pelatihan bagi UMKM pun diberikan. Di antaranya dengan program Hetero Space, kompetisi start up. Selain itu adapula pendampingan yang dilakukan di UMKM Center di Banyumanik-Kota Semarang.

Upaya-upaya tersebut didukung pula dengan produk hukum. Melalui Instruksi Gubernur Jateng no 4/2021, yang merupakan respon dari undang-undang cipta kerja, guna memaksimalkan pengadaan barang dan jasa dari sektor UKM.

Hingga Agustus 2021, terdapat 622 UKM yang terdiri dari 291 UKM berbadan hukum dan 331 non badan hukum. Sementara transaksi yang telah bergulir sebanyak 620 paket dengan nilai Rp 1.556.385.378

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]