[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat di Salatiga

Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat di Salatiga

Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat di Salatiga

Jasa Raharja dan Satlantas saat sosialisasi Kepada warga (Foto: Arief Rasika)

RASIKAFM.COM | SALATIGA – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Jawa Tengah bekerja sama dengan Satlantas Polres Salatiga dan Palang Merah Indonesia (PMI) gelar kegiatan Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) di Satlantas Polres Salatiga. Jumat (26.6.2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan lalu lintas sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat mengenai langkah-langkah yang tepat ketika menjumpai atau menjadi saksi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Penanganan awal yang dilakukan dengan benar diharapkan dapat meminimalkan risiko cedera yang lebih berat serta meningkatkan peluang keselamatan korban sebelum petugas medis tiba di lokasi kejadian, yang diikuti oleh pengemudi ojek online, masyarakat sekitar, serta para pedagang yang sehari-hari beraktivitas di wilayah Kota Salatiga. Mereka merupakan kelompok masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi dan berpotensi menjadi pihak pertama yang berada di lokasi kejadian ketika terjadi kecelakaan lalu lintas.

Peserta memperoleh materi dari narasumber yang berasal dari PMI dan Satlantas Polres Salatiga. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan prinsip dasar pertolongan pertama gawat darurat, cara mengamankan lokasi kejadian, teknik penanganan awal korban kecelakaan, hingga tata cara menghubungi layanan darurat agar korban dapat segera memperoleh penanganan medis yang tepat.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi praktik untuk memperagakan teknik-teknik dasar pertolongan pertama. Melalui metode pembelajaran yang interaktif, peserta diberikan kesempatan untuk memahami secara langsung langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat di jalan raya.

Kepala PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Jawa Tengah, Triadi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa peningkatan kemampuan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama merupakan salah satu bagian penting dari upaya menekan fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas.

“Korban kecelakaan sering kali membutuhkan penanganan secepat mungkin pada menit-menit pertama setelah kejadian. Melalui pelatihan PPGD ini, kami berharap masyarakat memiliki pengetahuan dan keberanian untuk memberikan pertolongan pertama dengan cara yang benar. Di sisi lain, kami juga ingin meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai peran SWDKLLJ sebagai bentuk perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas, sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya program ini dalam mendukung perlindungan bagi pengguna jalan,” ujarnya.

Melalui kegiatan Jasa Raharja, Satlantas Polres Salatiga, PMI, dan seluruh peserta kegiatan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan dasar dalam penanganan kegawatdaruratan. Dengan demikian, budaya peduli keselamatan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat dan menjadi salah satu upaya nyata dalam mengurangi dampak fatal akibat kecelakaan lalu lintas.

BACA JUGA :

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px