URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam

Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam

Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam

featured-img

RASIKAFM.COM | GETASAN – Sedikitnya 111 siswa dari SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang, belum lama ini.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 72 siswa SD School of Life Lebah Putih dan 39 siswa SMP Arunika. Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kemah dikemas bukan sekadar sebagai kegiatan Pramuka, tetapi sebagai ruang belajar bagi anak untuk mengalami secara langsung berbagai keterampilan hidup.

Di tengah alam, siswa belajar mendirikan tenda, memasak, bekerja dalam kelompok, menyelesaikan tantangan, menjelajah lingkungan, hingga berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka.

Empat kemampuan utama yang menjadi fokus dalam kegiatan ini adalah, kemandirian, kerja sama, problem solving, dan critical thinking.

Salah satu kegiatan yang paling dinantikan adalah Jelajah Alam dan Misi, ketika siswa diajak menyusuri lingkungan sekitar bumi perkemahan, melewati hutan jeruk dan ladang jagung untuk menemukan sejumlah pos tersembunyi.

Di setiap pos, siswa menghadapi tantangan yang berbeda. Mereka harus bekerja sama untuk menyelesaikan misi, mulai dari tantangan panorama, spider web, merangkak, hingga berbagai permainan lainnya yang menguji strategi, komunikasi, keberanian, dan kekompakan kelompok.

Tantangan tersebut tidak dirancang hanya untuk menguji kekuatan fisik. Siswa perlu menentukan strategi, membagi peran, mendengarkan anggota kelompok, dan mencari solusi ketika rencana yang dibuat tidak berjalan sesuai harapan.

Selain aktivitas fisik dan tantangan kelompok, siswa SMP Arunika juga mendapatkan ruang untuk membicarakan hal-hal yang dekat dengan kehidupan remaja.

Kak Ian dari Flourish membuka ruang diskusi mengenai tema cinta yang sedang banyak menjadi pembahasan di kalangan remaja Arunika.

Melalui sesi ini, siswa diajak memahami perasaan, relasi, dan berbagai dinamika yang mereka alami sebagai remaja melalui percakapan yang aman dan terbuka.

“Kemahnya seru banget! Aku suka nginep bareng teman-teman dan melewati pos-pos main,” kata Laksamana, siswa kelas Nimbo, School of Life Lebah Putih.

Sementara itu, Kidung, siswa kelas Pavo Arunika, mengatakan bahwa pengalaman kemah membuatnya mendapatkan berbagai keterampilan baru.

“Kami belajar skill baru mulai dari mendirikan tenda, masak, sampai sharing skill tentang bertahan hidup di alam,” ujarnya.

Kegiatan tersebut membuat siswa belajar melalui pengalaman langsung. Mereka tidak hanya diberi tahu bagaimana melakukan sesuatu, tetapi diberi kesempatan untuk mencoba, mengalami kesulitan, berdiskusi, melakukan kesalahan, dan menemukan cara untuk menyelesaikannya.

BACA JUGA :

Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum kepada siswa SMP Negeri 10 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di mushola sekolah tersebut membahas perundungan, tawuran, kekerasan, narkotika, pelecehan seksual, pencurian, hingga penggunaan media sosial secara bijak untuk membangun kesadaran hukum sejak dini.
Program JMS di SMP 10 Salatiga, Siswa Diberikan Materi Tentang Hukum dan Konsekuensinya
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara