KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Urungkan Niat Daftar Haji, IPDA Bakti Dirikan TPQ dengan Biaya Sendiri

Urungkan Niat Daftar Haji, IPDA Bakti Dirikan TPQ dengan Biaya Sendiri

Urungkan Niat Daftar Haji, IPDA Bakti Dirikan TPQ dengan Biaya Sendiri

Sebuah kegiatan mulia dilakukan oleh Ipda Bakti Nur Cahyo (43), anggota Polres Salatiga, yang setiap sore mengendarai motor tua Honda Astrea Grand 1997 dari mako Polres menuju rumahnya di Dusun Congol, Desa Medayu, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, sekitar pukul 16.00 WIB.
Foto Arief Rasika
Bakti Nur Cahyo saat bersama santri di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) ‘Prabu Kresna’ Suruh.

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Sore itu sekitar jam 16.00 sebuah motor Honda Astrea Grand tahun 1997 meluncur dari mako Polres Salatiga dijalan Adi Sucipto. Pelan tapi pasti sang empunya motor Ipda Bakti Nur Cahyo (43) segera menjalankan kendaraan tua miliknya untuk pulang kerumah di dusun Congol RT 02/RW 01, desa Medayu, kecamatan Suruh, kabupaten Semarang, yang berjarak sekitar 14 KM.

Ya…………
Dalam benak Bakti dirinya pulang untuk bertemu dengan puluhan santrinya yang menuntut ilmu di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) ‘Prabu Kresna’ Suruh.

Kegiatan ini sudah rutin Bakti lakukan sejak tahun 2012 lalu, hingga kini tercatat ada sekitar 50 santri dengan empat pengajar.

Dalam wawancara santai dengan rasikafm.com, Bakti menjelaskan jika santrinya tersebut tidak dikenakan biaya sepeserpun alias gratis, sedang tenaga pengajar tetap diberikan uang lelah (bisyaroh) semampunya dari menyisihkan gaji bulanan.

Bakti Nur Cahyo mengatakan ide mendirikan TPQ dilatarbelakangi karena ditempatnya tinggal belum ada TPQ yang mengajarkan anak-anak belajar ilmu agama.

“Saya dan istri khawatir, generasi masa depan akan mudah terjerumus pada perilaku menyimpang apabila kurang dibekali dengan pengetahuan agama yang cukup”. Ujarnya didampingi Arita Murti Prasetyani sang istri. Jumat (13.6.2025)

Lebih lanjut bapak dua putra ini memutuskan pada tahun 2012 mendirikan TPQ yang diberi nama ‘Prabu Kresna’ yang berdiri didepan rumah. Biaya pembangunanya sendiri diambilkan dari menyisihkan gaji bulanan Rp 600 ribu dan tabungan.

“Pada tahun 2017 sebenarnya kami berencana mendaftar haji, namun urung karena dananya untuk mendirikan TPQ, kami Ikhlas” terang ayah dari Sandi Atwa Bahtiar dan Maheswara Gangga Bahtiar ini.

Ipda Bakti yang kini bertugas di Polres Salatiga mengaku dari pengalamanya menjadi polisi 20 tahun menilai ketika seseorang itu sedang goyah mengalami ujian hidup ditambah dasar agamanya kurang sangat berpotensi melakukan tindak kejahatan kriminal.

Karenanya dia berpikir sebagai anggota polri dapat memberikan manfaat lebih kepada masyarakat khususnya lingkungan tempat tinggalnya.

Meski sekarang sudah ada tenaga pengajar sendiri termasuk istrinya, tak jarang sepulang piket di Polres Salatiga dirinya juga turut membantu mengajar para siswa atau santri di TPQ ‘Prabu Kresna’ miliknya.

Lewat TPQ ‘Prabu Kresna’ yang didirikannya itu dia tidak pernah menaruh harapan berlebihan bakal mendapatkan penghargaan atau apapun kecuali turut berperan memberikan pendidikan karakter agama sejak kecil.
Menurutnya Prabu Kresna sendiri adalah tokoh cendekia yang gemar membaca, kami berharap kelak anak didiknya dapat meneladani.

Ia menambahkan, kegiatan belajar mengajar di TPQ ‘Prabu Kresna’ sendiri dimulai dari sekira pukul 15.30 WIB (ba’da ashar) sampai sekira pukul 17.30 WIB. Selain aktivitas belajar mengajar, karena keterbatasan ruangan anak-anak disediakan pula taman bacaan, sembari mereka menunggu bergantian memasuki aula kelas diarahkan membaca beberapa buku yang tersedia disamping TPQ.

Kini atas dedikasinya tersebut beberapa kali ia mendapatkan penghargaan salah satunya dari Kapolres Salatiga sebagai perwakilan polisi teladan 2019 hingga mampu menginspirasi polisi lain.

Seorang relawan pengajar di TPQ ‘Prabu Krisna’ Ari Maslahkah mengaku senang turut dilibatkan mengajar, sebagai ibu yang juga memiliki anak dengan adanya TPQ sangat membantu masyarakat sekitar. Pasalnya, sebelum berdiri TPQ ‘Prabu Kresna’ warga lingkungan sekitar harus mengaji diluar yang jaraknya agak jauh.

Bakti Nur Cahyo saat diwawancarai Rasika

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
GIIAS Semarang 2026 siap digelar di Muladi Dome UNDIP, Semarang, 30 September–4 Oktober 2026, dengan menghadirkan 19 merek kendaraan global dari Jepang, Eropa, Vietnam, Korea, dan China. Pameran juga menampilkan 22 merek komponen dan aksesori, serta tujuh merek kendaraan yang baru pertama kali tampil atau kembali berpartisipasi tahun ini.
GIIAS Semarang 2026 Hadir Semakin Lengkap Dengan Deretan Merek Kendaraan Global
Toyota Land Cruiser LC 300 menjadi salah satu kendaraan yang menarik perhatian pengunjung GIIAS Semarang 2026 di Muladi Dome Universitas Diponegoro, Rabu (30/9/2026). SUV premium tersebut diperkenalkan kepada masyarakat Jawa Tengah dengan menawarkan perpaduan desain gagah, kabin mewah, performa kuat, serta kemampuan off-road.
Land Cruiser LC 300 Mencuri Perhatian di GIIAS Semarang 2026
[pekok2]