KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Variasi Menu Makanan Wajib Dilakukan, Guna Menggugah Selera Makan Anak

Variasi Menu Makanan Wajib Dilakukan, Guna Menggugah Selera Makan Anak

Variasi Menu Makanan Wajib Dilakukan, Guna Menggugah Selera Makan Anak

Orang tua yang mempunyai anak balita harus paham bahwa menu makanan yang variatif dapat menggugah selera makan anak. Demikian dikatakan Santi Erna, ahli gizi RSPAW Salatiga, saat menjadi pembicara pelatihan memasak menu gizi seimbang anti stunting KKB Siaga, di Joglo Tata Kauman Kidul, Selasa 15/11.

Dia meminta agar Ibu-ibu yang mempunyai anak Balita tetap semangat, jangan bosan dan terus berlatih membuat menu makanan yang bervariatif. Jika anak susah makan harus dimotivasi. Namun dalam memotivasi anak bukan dengan memberi gadget untuk merayu supaya bersedia makan. Sebab dengan gadget anak tidak dapat menikmati sesuatu yang sedang dimakan.

“Tetap semangat ya Ibu. Selalu mencoba variasi menu makanan agar menggugah selera anak,” pinta Santi, yang juga pengurus Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Salatiga ini.

Hadir pula sebagai narasumber Bambang Pramusinto dari Dinas Kesehatan Kota Salatiga. Sedangkan peserta diikuti Pokja Kampung KB Teratai, Poktan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keluarga dan anak risiko stunting, kader Posyandu, sejumlah dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Komunikasi serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UKSW Salatiga.

Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris DP3APPKB Kota Salatiga, Chotty Haryati, berlangsung gayeng. Sejumlah peserta mendapat doorprize dari Persagi setelah berhasil menjawab pertanyaan. Para peserta juga serius mengikuti pelatihan memasak yang dipandu oleh Chef Agung Widra dari RSPAW Salatiga.
Chef Agung memperagakan cara memasak Puding susu kacang hijau untuk dikonsumsi anak usia 1 sampai 3 tahun, Sup krim kentang untuk anak 8 bulan sampai 1 tahun dan Nasi gulung telur sayuran untuk anak usia 1 hingga 5 tahun. Menu makanan tersebut dipilih karena padat gizi, nutrisi lengkap dan mudah dikerjakan.

“Silahkan para peserta untuk mencicipi masakan yang sudah kami siapkan. Semoga dapat menggugah selera makan anak Balita,” kata Agung.

Selain mengajari memasak, Chef Agung juga membagikan leaflet yang berisi contoh siklus menu tinggi energi tinggi protein untuk Balita. Menu tersebut dikelompokkan berdasarkan waktu makan pada pagi, siang dan sore hari serta hari ke-1 sampai hari ke-5 dengan menu yang bervariatif.

“Menu tersebut sudah mengandung gizi seimbang untuk mencegah stunting. Silahkan dicoba ya Ibu-ibu,” jelasnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]