URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Santi Erna, ahli gizi RSPAW Salatiga, saat menjadi pembicara pelatihan memasak menu gizi seimbang anti stunting KKB Siaga, di Joglo Tata Kauman Kidul, Selasa 15/11.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Variasi Menu Makanan Wajib Dilakukan, Guna Menggugah Selera Makan Anak

Variasi Menu Makanan Wajib Dilakukan, Guna Menggugah Selera Makan Anak

Variasi Menu Makanan Wajib Dilakukan, Guna Menggugah Selera Makan Anak

featured-img

Orang tua yang mempunyai anak balita harus paham bahwa menu makanan yang variatif dapat menggugah selera makan anak. Demikian dikatakan Santi Erna, ahli gizi RSPAW Salatiga, saat menjadi pembicara pelatihan memasak menu gizi seimbang anti stunting KKB Siaga, di Joglo Tata Kauman Kidul, Selasa 15/11.

Dia meminta agar Ibu-ibu yang mempunyai anak Balita tetap semangat, jangan bosan dan terus berlatih membuat menu makanan yang bervariatif. Jika anak susah makan harus dimotivasi. Namun dalam memotivasi anak bukan dengan memberi gadget untuk merayu supaya bersedia makan. Sebab dengan gadget anak tidak dapat menikmati sesuatu yang sedang dimakan.

“Tetap semangat ya Ibu. Selalu mencoba variasi menu makanan agar menggugah selera anak,” pinta Santi, yang juga pengurus Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Salatiga ini.

Hadir pula sebagai narasumber Bambang Pramusinto dari Dinas Kesehatan Kota Salatiga. Sedangkan peserta diikuti Pokja Kampung KB Teratai, Poktan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keluarga dan anak risiko stunting, kader Posyandu, sejumlah dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Komunikasi serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UKSW Salatiga.

Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris DP3APPKB Kota Salatiga, Chotty Haryati, berlangsung gayeng. Sejumlah peserta mendapat doorprize dari Persagi setelah berhasil menjawab pertanyaan. Para peserta juga serius mengikuti pelatihan memasak yang dipandu oleh Chef Agung Widra dari RSPAW Salatiga.
Chef Agung memperagakan cara memasak Puding susu kacang hijau untuk dikonsumsi anak usia 1 sampai 3 tahun, Sup krim kentang untuk anak 8 bulan sampai 1 tahun dan Nasi gulung telur sayuran untuk anak usia 1 hingga 5 tahun. Menu makanan tersebut dipilih karena padat gizi, nutrisi lengkap dan mudah dikerjakan.

“Silahkan para peserta untuk mencicipi masakan yang sudah kami siapkan. Semoga dapat menggugah selera makan anak Balita,” kata Agung.

Selain mengajari memasak, Chef Agung juga membagikan leaflet yang berisi contoh siklus menu tinggi energi tinggi protein untuk Balita. Menu tersebut dikelompokkan berdasarkan waktu makan pada pagi, siang dan sore hari serta hari ke-1 sampai hari ke-5 dengan menu yang bervariatif.

“Menu tersebut sudah mengandung gizi seimbang untuk mencegah stunting. Silahkan dicoba ya Ibu-ibu,” jelasnya.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.
Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Sebanyak 95 lulusan LPK Serbaindo dilepas dalam Wisuda ke-14 di Hotel Laras Asri, Salatiga, Rabu (26/8/2026). Pada kesempatan itu, Serbaindo Group bersama Kemendes PDT meluncurkan program beasiswa pendidikan dan kerja ke Jepang yang menargetkan 45.000 peserta hingga 2030, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga caregiver.
Gelar Wisuda ke 14, Serbaindo Group Gandeng Kemendes PDT Buka Program 45.000 Beasiswa ke Jepang

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon