RASIKAFM.COM | SEMARANG — Calon tunggal Rektor Universitas PGRI Semarang periode 2026-2030, Dr H Sapto Budoyo SH MH, menegaskan visi berkelanjutan dalam Paparan Visi Misi dan Program Kerja Calon Rektor UPGRIS Periode 2026-2030 yang di gelar di Auditorium 7fl UPGRIS Kampus Cipto Semarang, Rabu 20 Mei 2026.
“Kalau kita melihat perkembangan perjalanan UPGRIS dari masa ke masa, mulai tahun 1981 sampai sekarang. Kita melihat ada banyak perubahan dan lompatan besar, mulai IKIP berubah menjadi universitas, saat ini UPGRIS telah memiliki reputasi, bahkan akreditasinya pun unggul,” Ujar Sapto Budoyo.
Sapto menambahkan, bila dirinya diberi amanah menjadi rektor, sudah menjadi kewajiban baginya untuk meneruskan apa yang telah diraih. “Tugas saya sebagai calon rektor, bila saya diberi amanah menjadi rektor, melanjutkan keunggulan UPGRIS yang relate dengan kebijakan pimpinan sebelumnya,” ungkapnya.
Pentingnya estafet kepemimpinan yang berkelanjutan juga disinggung Rektor UPGRIS, Dr Hj Sri Suciati MHum. Dalam sambutannya dia mengatakan bahwa kebesaran lembaga adalah hasil keberlanjutan nilai, visi, misi dan inovasi tiap kepemimpinan.
“Kebesaran satu institusi pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari megahnya gedung yang dimiliki, juga tidak hanya dari banyaknya prasasti yang diraih, akan tetapi keberlanjutan nilai visi misi dan semangat inovasi yang akan terus diwariskan dari satu generasi kepemimpinan ke generasi berikutnya,” Kara Sri Suciati.
Ke YPLP PT PGRI Semarang, H Sakbani SPd MH, menyoroti munculnya calon tunggal dalam pencalonan rektor UPGRIS adalah sesuatu yang biasa saja. Ada banyak periode kepemimpinan UPGRIS yang memunculkan calon rektor tunggal.
Sakbani menambahkan, kegiatan paparan kali ini bukan sekedar formalitas, tapi Bu merupakan sebuah “kontrak sosial” antara calon rektor dan seluruh sivitas. Maka hari ini adalah saat untuk menguji bagaimana program-programnya, track recordnya, termasuk loyalitasnya terhadap lembaga PGRI sebagai pemilik Universitas.