URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mendorong santri untuk lebih kreatif dalam menulis agar dapat menyebarkan syiar agama dengan lebih luas dan mudah dipahami. Dalam acara Gerakan Santri Menulis di Universitas Semarang, beliau mengatakan bahwa budaya menulis di lingkungan pesantren sangat baik, tetapi perlu dimodifikasi agar bisa diterima masyarakat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Wagub Jateng Ajak Santri Lebih Kreatif Menulis untuk Menyebarluaskan Syiar Agama

Wagub Jateng Ajak Santri Lebih Kreatif Menulis untuk Menyebarluaskan Syiar Agama

Wagub Jateng Ajak Santri Lebih Kreatif Menulis untuk Menyebarluaskan Syiar Agama

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mendorong santri untuk lebih kreatif dalam menulis agar dapat menyebarkan syiar Islam dengan lebih luas dan mudah dipahami. Dalam acara Gerakan Santri Menulis di Universitas Semarang, beliau mengatakan bahwa budaya menulis di lingkungan pesantren sangat baik, tetapi perlu dimodifikasi agar bisa diterima masyarakat.
Pemprov Jateng
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin saat menghadiri acara Gerakan Santri Menulis di Universitas Semarang, Jumat (31/3/2023).
featured-img

Semarang – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengajak para santri lebih kreatif memproduksi tulisan. Sebab, melalui tulisan yang menarik, bisa menjadi salah satu cara agar syiar Islam lebih luas tersebar dan bisa mudah dipahami

Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara Gerakan Santri Menulis di Universitas Semarang, Jumat (31/3/2023). Wagub menuturkan, budaya menulis di lingkungan pesantren, sangat bagus. Namun, lanjutnya, kurang bisa diterima masyarakat, karena lebih banyak menggunakan bahasa arab dan istilah-istilah pesantren yang tidak familiar.

“Saya yakin bahwa ilmu atau literasi Islam kan selaras dengan zaman. Akan tetapi, memang perlu dimodifikasi. Modifikasi itu artinya penyajiannya, bukan hukumnya. Bagaimana bisa dianggap renyah, bisa dianggap enak, mudah dipahami oleh masyarakat,” terang Gus Yasin, sapaannya.

Wagub menyambut positif Gerakan Santri Menulis. Beberapa pondok pesantren yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut adalah Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Al Madinah, dan Al Itqon.

Menurut Gus Yasin, terdapat dua manfaat yang bisa diambil dari kegiatan santri menulis. Bagi diri sendiri, santri yang terbiasa menulis, pasti ilmu pengetahuannya akan berkembang.

“Yang kedua, ketika belajar menulis, dia pasti akan memiliki kepandaian, kepiawaian dalam hal menulis. Dan ini, banyak ulama, banyak tokoh yang hanya bisa menyampaikan (karena) tidak memiliki waktu untuk menulis,” tuturnya.

Lebih jauh Gus Yasin meminta, agar para santri yang sudah mahir nantinya kreatif menulis, dalam merespon persoalan-persoalan umat, dengan gaya tulisan yang menyesuaikan zaman. Agar hasil pemikiran santri muda dari Jateng, dapat lebih mudah dicerna dan dipahami masyarakat.

BACA JUGA :

Pemerintah Kabupaten Semarang kembali mempertegas larangan penjualan dan pengadaan seragam oleh satuan pendidikan setelah polemik dugaan pungutan seragam di SMP Negeri 2 Ungaran. Sekda Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro, Jumat (26/6/2026), meminta seluruh kepala sekolah mematuhi Pasal 181 PP Nomor 17 Tahun 2010, mengembalikan mekanisme pengadaan kepada komite sekolah bersama wali murid, serta memastikan sekolah tidak melakukan pungutan maupun pengadaan seragam.
Sekda Kabupaten Semarang Tegaskan Sekolah Dilarang Jual Seragam, Pengadaan Dikembalikan ke Komite
SMP Negeri 2 Ungaran memastikan tidak pernah menjual maupun mengadakan seragam bagi peserta didik baru setelah muncul isu dugaan pungutan seragam. Pada Kamis (25/6/2026), pihak sekolah menyatakan seluruh dana titipan dari sekitar 50 wali murid telah diperintahkan untuk dikembalikan, sementara Pemerintah Kabupaten Semarang menegaskan sekolah wajib mematuhi aturan yang melarang pengadaan dan penjualan seragam di lingkungan pendidikan.
Kepala SMPN 2 Ungaran Tegaskan Tak Ada Pengadaan Seragam di Sekolah
Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang bersama Disdikbudpora meluncurkan program Penyuluh Masuk Sekolah dan Sekolah Pangan Lestari untuk meningkatkan literasi pertanian pelajar serta menarik minat generasi muda menjadi petani. Program yang disiapkan mulai tahun ajaran baru ini hadir sebagai respons atas menurunnya jumlah petani dan dominasi petani berusia di atas 45 tahun yang berpotensi mengancam regenerasi sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Atasi Krisis Regenerasi Petani, Dispertanikap dan Disdikbudpora Kabupaten Semarang Luncurkan Program Penyuluh Masuk Sekolah
Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Orang Tua Siswa Pertanyakan Mekanisme Penerimaan Siswa Baru di SMAN 3 Salatiga
Orang Tua Siswa Pertanyakan Mekanisme Penerimaan Siswa Baru di SMAN 3 Salatiga
Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota
Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026