KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Wakil Gubernur Jawa Tengah Mendorong Jelajah Wisata Offroad di Banjarnegara Menjadi Event Tahunan

Wakil Gubernur Jawa Tengah Mendorong Jelajah Wisata Offroad di Banjarnegara Menjadi Event Tahunan

Wakil Gubernur Jawa Tengah Mendorong Jelajah Wisata Offroad di Banjarnegara Menjadi Event Tahunan

Wakil Gubernur Jawa Tengah Mendorong Wisata Offroad di Banjarnegara Menjadi Event Tahunan. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengusulkan agar Jelajah Wisata Adventure Offroad Banjarnegara menjadi event tahunan di kabupaten tersebut untuk menarik kunjungan wisata baik domestik maupun mancanegara.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat membuka Jelajah Wisata Adventure Offroad Banjarnegara IV, di Pendapa Dipayuda Adigraha, Banjarnegera, Sabtu (25/2/2023).
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat membuka Jelajah Wisata Adventure Offroad Banjarnegara IV, di Pendapa Dipayuda Adigraha, Banjarnegera, Sabtu (25/2/2023).

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong jelajah wisata offroad di Kabupaten Banjarnegara menjadi event tahunan. Sehingga, dapat menarik kunjungan wisata di wilayah tersebut.

Hal itu ia sampaikan saat membuka Jelajah Wisata Adventure Offroad Banjarnegara IV, di Pendapa Dipayuda Adigraha, Banjarnegera, Sabtu (25/2/2023). Menurutnya, kegiatan offroad ini dapat menyedot banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Untuk itu, wagub meminta seluruh pihak dan jajaran dinas terkait bisa lebih bekerja sama dalam mengenalkan potensi wisata tersebut.

“Sekalian kita promosikan wisata offroad di Banjarnegara, saya berharap ini bisa menjadi event tahunan di kabupaten. Yang menarik adalah, ini tidak hanya untuk yang sudah profesional namun yang baru ingin nyoba juga bisa,” kata Gus Yasin, sapaannya, di sela kegiatan.

Usai melepas peserta kegiatan, wagub berkesempatan menjajal pesona alam di Banjarnegara. Rute yang ditempuh, mulai dari pendapa menuju Desa Pagedongan, sampai finish di Objek Wisata Tampomas.

Setelah merasakan track yang terbilang cukup ekstrem, Gus Yasin mengaku sangat senang mencoba sendiri jalur tersebut. Ia menggambarkan rute yang telah dilewati penuh dengan tantangan untuk ditaklukan.

“Nah ini baru mantep, mulai agak naik, berlumpur, goyang-goyang. Ini nunggu yang di depan belum jalan. (Lanjut) sampai finish,” ungkapnya.

Selain menjajal rute offroad, wagub menyempatkan untuk mengunjungi salah satu warga Desa Pagedongan. Saat bertemu warga, wagub berbincang-bincang dengan salah satu warga, Masitum. Setelah ngobrol, wagub berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk menyalurkan bantuan rehab rumah tidak layak huni (RTLH).

Yang dikunjungi wagub adalah Marjono, warga Desa Gendan Sari. Gus Yasin tampak akrab berdialog dengan Marjono, menggunakan bahasa lokal. Setelah itu, ia juga menyerahkan bantuan sembako kepada sejumlah warga.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]