KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Wali Kota Semarang Dianugerahi Penghargaan Dharma Karya Kencana oleh BKKBN

Wali Kota Semarang Dianugerahi Penghargaan Dharma Karya Kencana oleh BKKBN

Wali Kota Semarang Dianugerahi Penghargaan Dharma Karya Kencana oleh BKKBN

Semarang – Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu telah meraih penghargaan Dharma Karya Kencana dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dalam menggerakkan program pembangunan di bidang keluarga dengan melibatkan organisasi kemasyarakatan, termasuk Muslimat Nahdlatul Ulama (NU).

Penghargaan ini diberikan secara langsung oleh Kepala BKKBN, Dr. dr. Hasto Wardoyo, dalam acara yang berlangsung di Hotel Grand Candi, Semarang, pada Kamis malam (02/08).

Hasto Wardoyo selaku Kepala BKKBN menyampaikan bahwa pemberian penghargaan kepada Hevearita yang juga Dewan Pakar Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) itu karena beliau mampu menggerakkan program pembangunan di bidang keluarga dengan menggerakkan organisasi kemasyarakatan.

“Bu Wali Kota menggerakkan program, juga melibatkan organisasi massa, dalam hal ini Muslimat NU,” katanya.

Sebagai kepala daerah, kata dia, Wali Kota Semarang mampu menokohi ormas-ormas yang ada di wilayah dalam rangka gotong royong pembangunan di bidang keluarga,” ucapnya.

“Sekali lagi, peran perempuan, ada Muslimat NU, ada PKK, sangat besar. Kebetulan, wali kotanya (Semarang) perempuan,” katanya.

Berkaitan dengan itu, Hasto optimistis Pemerintah Kota Semarang bisa menuntaskan kasus stunting karena penurunannya selama ini luar biasa, dari 20 persen menjadi 10,9 persen.

“Kemarin sama sekarang lebih gencar sekarang, apalagi bikin Daycare Rumah Pelita. Rumah Pelita kan tidak hanya ngurusi raga saja, tapi jiwanya juga diurus. Stunting kan sebabnya ada tiga, yaitu makanan, kesehatan, dan pola asuh,” terangnya.

Biasanya, kata dia, aspek yang bayak disentuh adalah makanan dan kesehatan, sedangkan pola asuh belum banyak disentuh sehingga Daycare Rumah Pelita menjadi contoh praktis bagaimana perhatian dalam pembangunan nonmaterial.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu berterima kasih kepada BKKBN atas penghargaan tersebut mewakili warga Kota Semarang.

“Saya mengapresiasi karena sebenarnya mewakili masyarakat Kota Semarang. Tentunya, kami berharap stunting juga semakin rendah,” tutur mbak Ita, sapaan akrab Hevearita.

Dalam kesempatan itu, Ita juga mengapresiasi dan meminta komitmen para camat untuk berkolaborasi dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dalam upaya menurunkan stunting.

Sekarang ini, kata dia, tinggal sekitar 1.200 anak stunting dan 800-an ibu hamil yang mengalami anemia sehingga perlu mendapatkan pendampingan dan intervensi di masing-masing wilayah.

“Karena sebagai pemangku wilayah adalah camat, di bawahnya kemudian lurah. Mereka yang lebih tahu, lebih paham. Nanti dikolaborasikan dengan Dinkes agar ‘zero stunting’,” tandasnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]