URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Nasib apes dialami oleh Beni Hartawan warga Sumurboto Baru RT 10 RW 2 Kavling 9, Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Pria berumur 52 tahun itu harus merelakan dua alat transportasi miliknya berupa satu mobil dan satu motor hangus karena terbakar.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Warga Banyumanik Apes, Mobil Dan Motor Terbakar Setelah Dipanaskan

Warga Banyumanik Apes, Mobil Dan Motor Terbakar Setelah Dipanaskan

Warga Banyumanik Apes, Mobil Dan Motor Terbakar Setelah Dipanaskan

featured-img

SEMARANG – Nasib apes dialami oleh Beni Hartawan warga Sumurboto Baru RT 10 RW 2 Kavling 9, Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Sebab, pria berumur 52 tahun itu harus merelakan dua alat transportasi miliknya berupa satu mobil dan satu motor hangus karena terbakar.

Kabid Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Trijoto Poejo mengatakan peristiwa terbakarnya dua kendaraan darat itu terjadi pada Jumat (14/1/2022) pagi.

Kejadian itu bermula ketika korban sedang memanaskan mobil Corola bernomor polisi H-8236-SG miliknya di bagasi rumahnya selama 5 menit.

Lalu setelah mobil dimatikan dan kunci dicabut, korban curiga lantaran kendaraan miliknya mengeluarkan bunyi alarm beserta asap. Saat dicek ternyata mobil mengalami konsleting dan kemudian terbakar beserta motornya.

“Kerugian mencapai Rp.100 juta. Tak ada korban jiwa maupun korban luka-luka,” ujar Trijoto.

Dalam menangani kejadian ini, pihaknya menerjunkan 3 Unit Damkar beserta personilnya agar api segera padam sehingga meminimalisir bertambahnya kerugian.

“Proses pemadaman api berkisar 1 jam,” paparnya.

Pihak kepolisian dari Tim Inafis Polrestabes Semarang dan Polsek Banyumanik juga turun untuk melakukan pemeriksaan membantu evakuasi terkait kebakaran tersebut.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan