RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Warga Binaan Rutan Salatiga Berlomba Khatamkan Al Quran Dalam Rangka Hari Santri

Warga Binaan Rutan Salatiga Berlomba Khatamkan Al Quran Dalam Rangka Hari Santri

Warga Binaan Rutan Salatiga Berlomba Khatamkan Al Quran Dalam Rangka Hari Santri

RASIKAFM – Rangkaian peringgatan hari Santri Tahun 2021, Warga Binaan Rutan Salatiga memaknai perjuangan para santri dalam upaya ikut memperjuangakan kemerdekaan Indonesia dan berlomba dalam mengkhatamkan Al Quran serta menumbuh kembangkan kecintaan kepada tanah air. Sabtu (23/10).

Kepala Rutan Salatiga Andri Lesmano melalui Kepala Subsi Pelayanan Tahanan Ruwiyanto mengatakan sebagai bentuk penghormatan dan peringatan Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober kemarin, Pesantren At Taubah Rutan Salatiga memaknai dengan menumbuhkan kebersamaan dan juga meneladani perjuangan para santri serta melalui pembelajaran Iqro’ dan Al Quran.

Dalam kegiatan Khotmil Quran ini selain sebagai pembelajaran dan memohon ampun atas kesalahan yang diperbuat.

Selain itu juga untuk meningkatkan kesadaran dan menumbuhkembangkan nilai akhlak dan akidah yang sesuai ajaran agama dan tradisi luhur bangsa Indonesia.

Teman-teman warga binaan juga sudah menyesali perbuatan yang sebelumnya melanggar hukum. Tetapi tidak ada kata terlambat bagi mereka untuk melakukan hal yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Sehingga saat keluar dari Rutan nantinya teman-teman santri wargabinaan Rutan Salatiga ini bisa menjadi pribadi yang baik. Ujarnya.

Sementara itu salah satu peserta santriwan Rutan Salatiga M Fernandy mengatakan sangat terharu dan senang dengan kegiatan ini. Kami sangat memaknai perjuangan para santri dalam ikut memperjuangkan kemerdekaan, dengan belajar Al Quran dan melakukan perintah ajaran agama dan Negara , kami menekankan kepada diri saya sendiri dan teman-teman melalui pembelajaran dan khatam Al Quran ini menjadi cambuk bagi kami disini untuk segera bangkit dan saat bebas nanti dapat bermanfaat bagi masyarakat umum dan tentu saja keluarga dirumah. ujarnya.

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran