KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Warga Ngaglik Hilang Di Hutan Pinus Ngipik, Pencarian Kerahkan Anjing Pelacak

Warga Ngaglik Hilang Di Hutan Pinus Ngipik, Pencarian Kerahkan Anjing Pelacak

Warga Ngaglik Hilang Di Hutan Pinus Ngipik, Pencarian Kerahkan Anjing Pelacak

Suwardi (60), warga Dusun Ngaglik, Kabupaten Semarang, diduga hilang di hutan pinus Ngipik pada Sabtu (7/10/2023). Meskipun telah berjalan tiga hari pencarian, survivor belum berhasil ditemukan.
Foto: IST
Anjing pelacak (K-9) diterjunkan untuk membantu pencarian survivor di kawasan hutan pinus Ngipik, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Senin (9/10/2023).

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Suwardi (60) warga Dusun Ngaglik RT 03 RW 01, Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang diduga hilang di hutan pinus Ngipik, desa setempat, Sabtu (7/10/2023). Hingga memasuki hari ketiga pencarian, survivor belum juga berhasil ditemukan.

Kepala Kantor SAR Semarang Heru Suhartanto saat dikonfirmasi pada Senin (9/10/2023) sore menuturkan, kronologinya berawal saat survivor bersama salah seorang rekannya Yitno pergi bersama dari makam Mbah Ceguk menuju area depan hutan pinus Ngipik.

[custom-related-posts title=”Kabar Terkait:” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

“Setelah itu mereka berpisah. Pak Yitno melanjutkan perjalanan lagi masuk dalam hutan pinus, sedangkan survivor pergi mencari luwak kopi dan diduga tersesat hingga saat ini belum ditemukan,” ujarnya.

Dijelaskan Heru, pencarian tim SAR gabungan dilakukan dengan metode preliminary mengumpulkan informasi dari warga di mana lokasi yang biasanya survivor mencari luwak kopi di lereng gunung Ungaran dengan ketinggian kurang lebih 1200 meter di atas permukaan laut (mdpl).

“Pencarian melibatkan berbagai potensi SAR dengan jumlah sekitar 60 personel dan unit anjing pelacak (K-9) dibantu warga sekitar berjumlah 40 orang,” lanjutnya.

Sebagai informasi, saat pergi diketahui survivor membawa bekal dua buah roti dan satu botol air minum. Kemudian memakai tas warna putih, baju warna coklat, celana hitam. Sedangkan perawakannya berkulit sawo matang dan tinggi badan sekitar 160 cm.

“Pencarian akan kami lanjutkan besok pagi. Semoga cuaca cerah dan membuahkan hasil,” pungkas Heru. (win)

 

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pemkab Semarang menyiapkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di 21 desa pada sembilan kecamatan yang terdampak kemarau panjang. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan langkah tersebut pada Senin (14/9/2026) dengan memprioritaskan survei geolistrik untuk mencari potensi sumber air tanah sebelum pengeboran dilakukan secara bertahap.
21 Desa Terdampak Kekeringan, Pemkab Semarang Siapkan Geolistrik untuk Pengeboran Sumber Air